Illiza: Ulama Adalah Pewaris Tugas Para Nabi

Illiza@acehportal.com
Illiza@acehportal.com

Banda Aceh, (Aceh Portal) - Kaderisasi Ulama merupakan hal yang sangat penting karena Ulama adalah pewaris tugas para Nabi. Dengan kaderisasi Ulama pula, maka wacana keilmuan di muka bumi ini tidak lenyap setelah wafatnya para ulama, terutama dalam keilmuan agama.

“Semakin banyak manusia yang faham tentang agama, maka semakin baik pula tatanan kehidupan manusia itu,” ungkap Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, saat membuka Pendidikan Kader Ulama MPU Kota Banda Aceh 2016 di Hotel Regina, Sabtu (16/4).

Illiza menyebutkan, dalam Al-Quran dan Hadist Nabi juga telah tersurat akan sakralnya keberlangsungan Ulama di muka Bumi. “Dalam Al-Quran Surat Maryam ayat 4-6 diungkapkan bagaimana doa Nabi Zakariya kepada Allah agar dianugerahkan seorang putra sebagai pewarisnya kelak,”jelasnya.

Demikian pula Hadist Nabi yang menyebutkan Allah SWT mencabut ilmu di Bumi bukan dengan menghilangkan secara langsung dari ingatan orang orang yang berilmu, melainkan mencabutnya dengan mewafatkan satu demi satu para Ulama.

“Hingga akhirnya ilmu yang mereka ketahui belum dikuasai umat, maka sedikit demi sedikit ilmu itu akan hilang,” kata Illiza membacakan Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tersebut.

Dan hal yang paling mendasar, sebut Illiza, Ulama merupakan uswatun hasanah yang perannya sangat penting dan srategis dalam pembangunan umat. “Hal ini karena kekokohannya di bidang agama dan besarnya kharisma yang ditampakkan oleh seorang Ulama,”paparnya.

“Ulama adalah pewaris tugas para nabi untuk menyampaikan kebenaran dan menjaga tatanan hidup di dunia ini menjadi seimbang. Ulama menjadi sebuah fatwa yang menentukan nilai-nilai kebaikan juga keburukan di masyarakat,” sebutnya Illiza.

Sementara itu, Ketua MPU Banda Aceh Tgk A Karim Syekh berpesan kepada para kader ulama agar tidak membahas atau membicarakan permasalahan khilafiyah di tengah-tengah masyarakat awam seperti Warkop dan tempat umum lainnya.

“Masalah khilafiyah harus kita bicarakan di tempat khusus seperti Dayah, Pesantren atau Masjid, demi menjaga persatuan umat,”katanya.(raja)

Komentar

Loading...