Hutan Lindung di Pidie Jaya Ditanami Sawit

ilustrasi sawit @Int
ilustrasi sawit @Int

Lhokseumawe (Aceh Portal) - Koalisi Peduli Hutan Aceh (KPHA) mendeteksi adanya pembukaan kawasan hutan lindung di Kabupaten Pidie Jaya seluas lebih kurang 160 hektare yang sudah ditanami dengan tanaman kelapa sawit.

Juru bicara KPHA Efendi dalam siaran pers yang diterima wartawan di Lhokseumawe, Kamis menyatakan, pembukaan hutan lindung  ini terjadi di wilayah Kecamatan Bandar Baru yang dilakukan oleh salah satu oknum petinggi dan tokoh politik Aceh.

Dari hasil investigasi yang dilakukan KPHA menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit di hutan lindung tersebut tidak memiliki izin dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya atau instansi terkait.

Saat ini, menurut hasil pantauan yang dilakukan tim KPHA juga terdapat seluas 680 hekatre perkebunan kelapa sawit yang ditenggarai tidak memiliki izin.

Hal ini, kata dia, sangat kontradiksi dengan kebijakan moratorium logging yang dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh tahun 2007, seharusnya melalui Dinas Kehutanan Aceh mengeluarkan berbagai kegiatan  kebijakan untuk menyambut pelaksanaan moratorium logging agar memberikan hasil maksimal dan terukur.

Namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda, bahwa kebijakan moratorium logging tidak ditindak lanjuti oleh SKPA dan akibatnya kawasan hutan semakin terbuka akses terhadap kegiatan perambahan, katanya.

Kabupaten Pidie Jaya sebagai salah satu daerah yang sangat rentan terhadap bencana banjir dan kekeringan, harus memiliki mitigasi khusus terhadap perlindungan kawasan hutan, apalagi hutan lindung yang akan menjamin persediaan air bersih bagi warga masyarakat sekitar.

KPHA mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk terus mengawasai pembukaan kawasan hutan karena hal tersebut akan memberi pengaruh besar bagi sebuah wilayah, selain karena didorong oleh perubahan iklim yang semakin ekstrim juga ancaman bencana yang dampaknya cukup signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

Sumber: Antara

Komentar

Loading...