Tumpukan Batubara di Pelabuhan Susoh Diduga Tanpa Izin

Tumpukan ribuan ton batubara di Pelabuhan Susoh@Analisa

Tumpukan ribuan ton batubara di Pelabuhan Susoh@Analisa
Tumpukan ribuan ton batubara di Pelabuhan Susoh@Analisa

Blangpidie, (Aceh Portal) - Tumpukan ribuan ton batubara di Pelabuhan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) yang dibongkar dari kapal tanker diduga tidak memiliki izin lingkungan.

Kabid Analisis Manajemen Dampak Lingkungan (Amdal) Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Abdya, Saiful, Kamis (7/4) mengatakan, informasi adanya aktivitas pembongkaran batubara di pelabuhan itu baru diketahui pihaknya beberapa hari lalu.

Tapi, pembongkaran batubara itu telah dimulai sejak tiga pekan terakhir. Sejauh ini pihak pelabuhan belum pernah melaporkan aktivitas itu, termasuk soal izin lingkungan.

“Kami telah ke pelabuhan untuk mengecek langsung. Memang benar areal timbunan batubara milik pelabuhan, akan tetapi, lingkungan sekitar pelabuhan merupakan lingkungan Pemkab Abdya.

Untuk menimbun batubara di lokasi, mereka harus mengantungi izin lebih dulu,” sebutnya.

Disebutkan, batubara itu milik PT Mipa Bersaudara yang diangkut menggunakan tanker dari Kalimantan menuju Pelabuhan Meulaboh. Batubara itu untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya.

Timbunan batubara tersebut akan berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Saat hujan turun, tumpukan batubara meningkatkan keasaman air tanah. Kemudian, saat cuaca panas, timbunan batubara di areal bebas dapat menimbulkan kebakaran spontan. Jika ada tiupan angin, akan membawa debu batubara ke lingkungan sekitar yang bisa menimbulkan penyakit.

“Saat peninjauan ke pelabuhan, kami tidak menemui Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Susoh. Kabarnya yang bersangkutan sedang berada di Banda Aceh. Untuk tindakan lebih lanjut, kami menunggu petunjuk dari Kepala BLHKP,” paparnya.

Sementara, Kepala BLHKP Abdya, Ir Adian Nur MSi, mengaku sedang berada di luar daerah untuk urusan dinas. Namun, pihaknya akan mengkaji ulang dampak buruk yang timbul bagi lingkungan sekitar pelabuhan, apalagi kegiatan itu dilakukan pihak pelabuhan tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu.

Terpisah, Kepala UPP Susoh, Jaruslim membenarkan kalau pembongkaran batubara itu dilakukan sejak tiga pekan terakhir. Ini dilakukan karena kondisi darurat dan di bawah tanggung jawabnya. Tanker dilaporkan tidak bisa merapat di dermaga Meulaboh karena sedang ada perbaikan pelabuhan.

“Oleh karena itu, pembongkaran alternatif dilakukan di dermaga Pelabuhan Susoh. Kalau batubara itu dibiarkan terlalu lama di kapal, dikhawatirkan kapal akan terbakar dan tenggelam,” jelasnya.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...