Keuchik Gampong Baro Diduga Selewengkan Dana Desa

ilustrasi dana desa @manado.tribunnews.com

ilustrasi dana desa @manado.tribunnews.com
ilustrasi dana desa @manado.tribunnews.com

Bireuen, (Aceh Portal) - Keuchik (kepala desa) Gampong Baro, Kecamatan Peudada, Bireuen diduga menyelewengkan dana desa dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015. Dia dilaporkan warga sudah melakukan sejumlah dugaan penyimpangan realisasi pembangunan.

Hal itu disampaikan Peutuha Lapan (pengendali pembangunan) Zamzami didampingi anggota Tuha Lapan Muzakkir dan masyarakat setempat Tarmizi serta sejumlah warga lainnya kepada wartawan, Sabtu (9/4).

“Hasil keputusan rapat tidak dilaksanakan di lapangan. Selain itu tidak ada laporan pertanggungjawaban secara tertulis kepada masyarakat yang ditempel di papan pengumuman, sehingga menimbulkan tanda Tanya,” ujar Zamzami.

Disampaikan, proyek yang terindikasi penyimpangan seperti pembangunan saluran parit jalan. Di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tertulis sepanjang 511 meter dengan dana Rp109 juta, tetapi yang terealisasi hanya 300 meter.

“Dari perhitungan yang dilakukan warga dengan tenaga teknis, sesuai fisik di lapangan diperkirakan hanya butuh dana Rp145 ribu/meter sehingga dana terserap Rp45 juta, yang jadi pertanyaan ke mana sisanya tidak dilaporkan,” ujar Zamzami.

Lalu di dalam RAB dibangun jalan rabat beton sepanjang 285 meter dengan dana Rp121 juta. Sementara realisasi 300 meter, tetapi dari perhitungan fisik dan material hanya menyerap dana Rp55 juta dengan perkiraan Rp185 ribu/meter.

Proyek berikutnya pemasangan plafon meunasah (surau) senilai Rp50 juta yang juga bersumber dana desa 2015. Anehnya, hingga April 2016 masih dikerjakan seorang tukang dan realisasi baru sekitar 25 persen. Kayu yang digunakan juga tak sesuai RAB.

“Atas ketiga proyek yang dikerjakan itu kesannya dinas terkait tidak melakukan pengawasan. Sebab, hingga pertengahan tahun berikutnya masih ada pekerjaan belum selesai, tetapi dana semuanya sudah cair,” ujar Tarmizi, warga setempat.

Keuchik Gampong Baro, Jailani Usman, Sabtu (9/4) sore mengatakan terkadang ada permintaan dana untuk kegiatan di tingkat mukim dan kecamatan yang harus diambil dari dana desa. Selain itu juga ada pembelian mesin molen beton. “Pada pembangunan saluran dan jalan rabat beton ada dana yang masih tersisa, tetapi saya tidak tahu berapa sisanya, memang belum dibuat laporan secara resmi dan tertulis sebab belum semua pembangunan selesai,” katanya.

Tentang pemasangan plafon, Jailani mengaku terlambat dimulai sebab sesuai arahan dari kecamatan, kegiatan pembangunan dilakukan satu persatu. “Setelah selesai nantinya juga semua akan dibuat laporan,” jelas Jailani.

Jailani mengakui kayu yang digunakan pada pemasangan plafon meunasah tak sesuai RAB. “Tetapi saya membantah menyelewengkan dana desa, kecuali setelah dibuat laporan ada uang yang terpakai tidak dapat saya jelaskan,” katanya.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...