Sarana MCK yang Dibagun Dari Dana Aspirasi Dewan Tak Rampung

sumber foto : analisa

sumber foto : analisa
sumber foto : analisa

Bireuen, (Aceh Portal) - Pembangunan sarana mandi cuci kakus (MCK) dengan dana Rp20 juta pada tahun 2012 dengan sumber dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen dan Aceh (DPRA) di Desa Gampong Baro, Kecamatan Peudada, Bireuen tak rampung. Warga menuding sebab kelalaian kepala desa setempat.

Tarmizi, tokoh pemuda desa setempat, Sabtu (9/4) mengatakan warga di sana sangat berkeinginan tersedianya sarana MCK di komplek meunasah (surau). Terlebih di dekat meunasah terdapat balai pengajian anak-anak desa setempat.

“Dengan berbagai alasan, kepala desa tidak dapat menyelesaikan pembangunan sarana MCK ini, sehingga terlantar lebih empat tahun. Mengapa sampai tak selesai tidak disampaikan dengan jelas kepada warga,” ujarnya.

Keuchik (kepala desa) Gampong Baro, Jailani Usman yang dikonfirmasi hal itu membenarkan mengelola pembangunan sarana MCK dengan sumber dana aspirasi anggota DPRK Bireuen Rp10 juta dan aspirasi anggota DPRA Rp10 juta pada 2012.

“Memang terlantar sebab uangnya kurang dari kebutuhan. Seharusnya warga saya secara bersama membantu dana semampunya supaya sarana MCK itu dapat diselesaikan, bukan malah menyebar informasi ke mana-mana,” katanya.

Dijelaskan Rp10 juta dana aspirasi anggota DPRK Bireuen hanya tersisa Rp7,5 juta karena terpotong untuk anggota dewan Rp1 juta, untuk Jailani sebagai kepala desa Rp1 juta dan pengeluaran biaya administrasi.

“Sementara Rp10 juta aspirasi anggota DPRA malah tersisa Rp4,5 juta sebab terpakai untuk anggota dewan, saya dan biaya perjalanan Bireuen ke Banda Aceh dan biaya lainnya, tetapi hal begini masyarakat tidak tahu,” jelasnya.

Jadi, sebut Jailani dana Rp20 juta itu yang tersisa hanya Rp13,5 juta. Katanya dana yang sudah terserap untuk pembangunan MCK itu Rp8 juta. Jailani enggan memberi penjelasan kemana sisa dana yang tersisa Rp5,5 juta.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...