Setelah Didemo, PT ES Tutup

Asap mengepul dari ban bekas yang dibakar massa dalam unjuk rasa di PKS PT Ensem Sawita, Gampong Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh @analisa

Asap mengepul dari ban bekas yang dibakar massa dalam unjuk rasa di PKS PT Ensem Sawita, Gampong Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh @analisa
Asap mengepul dari ban bekas yang dibakar massa dalam unjuk rasa di PKS PT Ensem Sawita, Gampong Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh @analisa

Birem Bayeun, (Aceh Portal) - Ratusan massa dari beberapa gampong (desa) mengamuk dan menyerang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Ensem Sawita (ES), Gampong Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Rabu (6/4) akibat tuntutan warga tak diakomodir perusahaan dalam pemberian kompensasi.

Demo ini merupakan buntut kekecewaan warga terhadap perusahaan untuk kesekian kalinya. Ratusan massa pendemo dari Gampong Aramiah, Birem, Matang Nibong, Alue Raya, Bayeun Baro, Rantau Panjang, Sarah Teube, Seunebok Dalam, Alue Kumba, Paya Pelawi, Alue Itam, Simpang Nanas, Alur Gadeng, Bayeun, dan Paya Bili I, mendatangi perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban karena melepas limbahnya ke sungai.

Pada awalnya, pendemo melancarkan aksinya dengan tertib karena perwakilan gampong atau keuchik (kepala desa) masing-masing diperbolehkan masuk ruangan perusahaan untuk melakukan negosiasi terkait tuntutan warga yakni meminta kompensasi selama tiga bulan ke depan.

Namun, perusahaan belum memberikan jawaban yang memuaskan karena harus berkoordinasi ke perusahaan di Medan.

Mendengar belum juga ada kepastian, massa pendemo yang telah menunggu di luar berang. Mereka kemudian melemparkan batu ke arah kantor. Pintu gerbang depan dan plang nama perusahaan dirubuhkan, puluhan pot bunga hancur, mobil truk BK 8073 CL yang parkir juga dipecahkan kacanya. Tak puas, massa juga membakar ban bekas serta gedung timbangan PKS turut pecah kaca depannya dilempari batu.

Kondisi tak terkendali. Bahkan, puluhan personel Polres Langsa terlibat saling dorong dan ada yang terkena pukulan dari pendemo dan sebaliknya warga juga ada terkena pukulan.

Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIk akhirnya datang untuk menenangkan massa. “Saya mohon kepada saudara-saudara agar tenang. Semua persoalan akan kita selesaikan dengan baik,” teriak Kapolres melalui alat pengeras suara.

Dia meminta para keuchik agar masuk kembali ke dalam kantor perusahaan agar melakukan mediasi atas tuntutan warganya. Namun, perundingan antara kedua pihak yang dimediasi Kabag Ops Kompol Jatmiko menemui jalan buntu.

Adapun tuntutan warga yakni meminta kompensasi kepada perusahaan senilai Rp500 ribu/KK dan untuk nelayan besar Rp70 juta dan Rp50 juta untuk nelayan kecil untuk sembilan gampong.

Asisten Manajer PT Ensem Sawita, M Siahaan, kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya tak mampu memberikan kompensasi yang diminta pendemo.

Pemilik perusahaan tak menyanggupinya. Sejauh ini hanya mampu menawarkan Rp15 juta/gampong. Tawaran ini ditolak oleh warga.

Karenanya, pihaknya terpaksa menutup pabrik. “Kami tidak mampu memberikan kompensasi yang diminta oleh para pendemo dan terpaksa mulai hari ini (Rabu 6/4) kita tutup,” demikian M Siahaan.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...