Distribusi Tak Merata, Walikota Ancam Copot Direktur dan Wadir RSUD

Walikota Langsa, Usman Abdullah SE melihat kondisi bak penampungan air RSUD Langsa yang cukup kotor@analisa

Walikota Langsa, Usman Abdullah SE melihat kondisi bak penampungan air RSUD Langsa yang cukup kotor@analisa
Walikota Langsa, Usman Abdullah SE melihat kondisi bak penampungan air RSUD Langsa yang cukup kotor@analisa

Langsa, (Aceh Portal) - Walikota Langsa, Usman Abdullah SE mengancamkan akan mencopot direktur, wakil direktur (Wadir) beserta sejumlah kabid Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, bila dalam tenggang waktu selama 14 hari tidak bisa mendistribusikan penyediaan air bersih di seluruh ruang rawat inap rumah sakit tesebut.

“Direktur maupun wadir beserta kabid RSUD ini selama 14 hari harus mampu mendistribusian air bersih ke seluruh ruang rawat inap, kalau tidak ingin copot atau dijemur di bawah teriknya matahari,” tegas walikota saat melakukan inspeksi men­dadak (Sidak), Rabu (6/4).

Sekitar pukul 09.30 WIB, walikota masuk dari pintu belakang rumah sakit langsung menuju ke ruang rawat inap bersalin dan di situ terlihat kondisi ruangan jorok dan menebarkan aroma tidak sedap. Kemudian, walikota meminta kepala ruangan agar menjaga kebersihan agar pasien terutama ibu hamil yang hendak melahirkan, merasa nyaman ketika dirawat.

Selanjutnya, walikota menuju ke ruangan dapur masak dan memberikan apresiasi kepada petugas di sana karena sudah bekerja cukup baik serta kondisi ruangan dapur pun bersih tidak seperti sebelumnya kumuh dan kotor.

Puncak kemarahan walikota terjadi ketika melihat kondisi bak penam­pungan air yang sangat jorok, sehingga airnya yang didistribusikan ke seluruh ruang rawat inap berwarna kuning, padahal sumber airnya sangat jernih, bahkan disaring lagi sebelum disalur­kan ke bak penampungan.

Hal yang sama juga terlihat saat berada di ruangan rekam medik. Karena kepala ruangan tidak berada di tempat, walikota sempat menyobek lapisan dinding ruangan yang dilapisi dengan wallpaper karena sudah banyak yang terkupas.

Selang 15 menit kemudian, barulah kepala ruangan rekam medik sampai. ”Saya minta ini segera diperbaiki, jika tidak akan diambil tindakan tegas dan kalau tak sanggup bekerja bilang saja, biar saya serahkan kepada orang yang mampu,” tegasnya di hadapan sejumlah pasien yang sedang berobat.

Saat berada di ruangan bagian bina program, walikota mengumpulkan semua peja­bat rumah sakit, di anta­ranya wadir dan kabid yang mem­bidangi masalah penyediaan air bersih. Sedangkan direktur rumah sakit tidak berada di tempat saat walikota me­lakukan sidak.

Walikota secara rinci menuliskan sejumlah catatan yang ditemukan hasil sidaknya itu, di antaranya air bersih di ruang rawat inap kotor dan berwarna kuning serta sejumlah pasien mengeluh karena minimnya persediaan air bersih di kamar mandi ruang rawat inap.

Walikota sekali lagi secara tegas meminta kepada direktur, wadir, dan sejumlah kabid agar segera menin­daklanjuti atas temuan itu dalam waktu 14 hari bila tidak ingin jabatannya dicopot

Sumber: analisa

Komentar

Loading...