Keuchik Zainal: 50 Persen Penghuni Lapas di Aceh Narapidana Narkotika

Wakil walikota Zainal Arifin @acehportal.com
Wakil walikota Zainal Arifin @acehportal.com

Banda Aceh, (Aceh Portal) - Pemerintah Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Aceh menggelar Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi Pegawai Pemko Banda Aceh, Rabu (6/4) di Balai Kota Banda Aceh. Acara yang dihadiri oleh seluruh perwakilan SKPK tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin.

Zainal Arifin mengungkapkan, Aceh merupakan salah satu provinsi dengan tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkotika tertinggi di Indonesia. Faktanya, lebih dari 50 persen dari seluruh lembaga pemasyarakatan di Aceh diisi oleh para narapidana narkotika. “Kondisi ini telah memaksa kita berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan bagi masa depan bangsa ini khususnya generasi muda,”jelasnya.

Parahnya lagi, kata Keuchik Zainal, Narkoba telah merasuki hingga ke level pelajar. Bagi remaja, penggunaan Narkoba menyebabkan pengaruh yang jauh lebih fatal, karena menyebabkan terhambatnya perkembangan bahkan menghapus masa depan.

Pria yang akrab disapa Keuchik Zainal ini pun meminta para orang tua agar senantiasa waspada dan selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sekolah secara baik, khususnya yang masih berada di bangku sekolah. “Para mafia Narkoba telah menjadikan siswa siswi sebagai pasar potensial dalam mengedarkan barang haram tersebut,”paparnya.

Ia menambahkan, aparatur pemerintah sudah selayaknya menjadi contoh, pengawas dan pembina bagi seluruh masyarakat yang dilayaninya. “Pastikan lingkungan kerja maupun lingkungan tempat tinggal kita bebas dari aktivitas penyalahgunaan Narkoba sehingga produktivitas dan kinerja kita tetap terjaga,” katanya.

“Satu cara lagi yang sangat ampuh untuk pencegahan dan pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba adalah dengan penguatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Cara ini telah terbukti ampuh menghindari anak-anak bangsa ini dari cengkeraman Narkoba yang mematikan.”

Mengingat peredaran dan penyalahgunaan Narkoba sudah mengancam secara masif, sambungnya, dibutuhkan pula langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan yang masif pula. “Salah satunya dapat dicapai dengan penyerbarluasan informasi bahaya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba seperti yang kita gelar hari ini,” katanya.

Pemko Banda Aceh menyambut baik dan mendukung rencana Operasi Terpusat dalam rangka pemberantasan penyalahgunaan Narkoba yang dilaksanakan oleh kepolisian di Provinsi Aceh. “Kami siap bekerja sama dengan pihak kepolisian serta para pihak lain demi memastikan terlaksananya upaya memberantas Narkoba di Serambi Mekah,”sebutnya.

“Semoga dengan gerakan dan keterlibatan dukungan semua pihak, upaya memberantas dan memutus mata rantai penyalahgunaan Narkoba di Aceh dapat terselenggara secara komprehensif, masif, terpadu dan membuahkan hasil maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Bin Ops Direktorat Bimas Polda Aceh AKBP Ruslan Syafei sebagai salah satu narasumber mengungkapkan soal penyalahgunaan Narkoba, Aceh menduduki rangking 8 nasional. “Kalau soal Ganja, Aceh menduduki peringkat satu di dunia. Kualitas Ganja Aceh itu terbaik di dunia karena zat adiktifnya paling tinggi, dan kadar air yang rendah,”katanya.

Kejahatan Narkoba, ungkapnya, merupakan kejahatan yang terorganisir, baik dikendalikan dari luar maupun dalam daerah. “Untuk itu, Polri akan menggelar Operasi Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba). Dalam operasi ini, kami akan menggandeng pihak Dispora, Dinsos, Dayah, dan pihak terkait lainnya,” katanya.

“Selain itu, kami juga membentuk tiga Satgas khusus, yakni Satgas Sosialisasi, Satgas Penindakan, dan Stagas Rehabilitasi. Jika ada teman atau keluarganya yang terkena Narkoba, segera laporkan ke polisi agar bisa kita keluarkan rekom untuk menjalani rehabilitasi. Jangan tunggu sampai ditangkap petugas, karena tentu akan diproses secara hukum yang berlaku,” tegasnya.(adi)

Komentar

Loading...