Dipaksa Menikah dengan Bos Judi, Gadis 15 Tahun Laporkan Orangtua ke Polisi

Ilustrasi/Foto: Andhika Akbarayansyah

Ilustrasi/Foto: Andhika Akbarayansyah
Ilustrasi/Foto: Andhika Akbarayansyah

Aceh Portal, Jakarta - Kisah Siti Nurbaya yang dipaksa menikahi pria tua, masih terjadi saat ini. Peristiwa ini menimpa seorang gadis berusia 15 tahun.

Gadis ini tinggal di apartemen di kawasan Jakarta Utara setelah diduga dinikahkan secara paksa oleh ibunya dengan pria dewasa yang usianya 22 tahun lebih tua.

"Jadi korban ini dipaksa sama ibunya untuk menikah sama laki-laki yang berusia 37 tahun. Mereka menikah sudah 1 bulan dan setelah dinikahi secara agama, korban dibawa ke apartemen suaminya itu," jelas Halim Rambe dari Posbakum Advokat Indonesia yang memberikan bantuan hukum kepada korban, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Celakanya lagi, suami korban disebut sudah memiliki seorang istri dan anak. "Suaminya itu punya lapak judi. Korban tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga dia menuruti kemauan orangtuanya," tambahnya.

Pernikahan korban dan suaminya itu dilakukan di sebuah klenteng di kawasan Tangerang. Pernikahan anak ketiga itu hanya disaksikan oleh kedua orangtuanya dan kakak kandung korban.

"Korban ini tidak mengerti sama sekali mengapa orangtuanya mengawinkan dia sama lelaki itu. Padahal dia tidak suka sama pria yang sudah jadi suaminya itu," ungkap Halim.

Setelah perkawinan itu, korban kemudian dibawa ke apartemen suaminya. Selama satu bulan tinggal di sana, korban merasa seperti tinggal di dalam penjara.

"Kalau dikunci dari luar sih tidak. Korban cuma tidak diperbolehkan ke mana-mana. Kalau mau makan disediakan," imbuhnya.

Di sana, korban disebut pengacara hanya diperlakukan suami sebagai budak seks. "Suaminya itu cuma datang malam hari dan tidak setiap hari juga dan tidak pernah menginap. Ke situ kalau mau 'hajat' aja. Jadi korban ini sudah seperti budak seksnya saja, habis itu pulang," imbuhnya.

Lama-lama, korban pun merasa tidak tahan lagi. Ia kemudian mengadukan kepiluannya itu kepada kakak kandung dan pamannya.

"Akhirnya korban dijemput sama kakak dan pamannya. Malah kakak dan pamannya dilaporkan penculikan sama ibunya," ujar Halim.

Setelah mendapatkan bantuan hukum dari Posbakum Advokat Indonesia, korban didampingi pamannya kemudian melapor ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan bernomor LP/1573/IV/2016/PMJ/Ditreskrimum, korban melaporkan kedua orangtuanya dan suaminya dengan tuduhan perkawinan di bawah umur dan eksploitasi anak.

Sumber: detik

Komentar

Loading...