Ini Harapan Petani Sereh Wangi kepada Pemerintah Aceh

Sere foto : lintasgayo

foto : lintasgayo
foto : lintasgayo

Aceh Portal, Blangkejeren – Pemerintah provinsi dan Kabupaten diminta untuk dapat menetapkan harga standard minyak sereh wangi di tingkat petani di Kabupaten Gayo Lues.

Harapan itu disampaikan Jamin Aman Dewi (50), petani sereh wangi warga Gampong Rema Kutapanjang kepada wartawan acehportal.com, Minggu (3/4) di Blangkejeren.

Menurut dia, harga minyak sereh wangi sering dipermainkan oleh pedagang di Kabupaten itu, karena tidak ada standard harga yang ditetapkan oleh Pemda setempat.

Ia menyatakan, pada tahun lalu begitu saat menjelang lebaran semua pedagang kompak tidak mau membeli minyak sereh wangi. “Mereka berdalih uang toke di Medan telah habis,”ujarnya.

“Untuk itu, Para petani di Kabupaten itu berharap Pemerintah pusat dan provinsi maupun pemerintah Kabupaten agar dapat mencari solusi agar tidak ada permainan harga apalagi memasuki bulan Puasa dan lebaran,”pintanya.

Sementara itu, Kabid Koperasi dan UKM Gayo Lues, Juliar menyatakan, sereh wangi merupakan komoditi unggulan yang dimiliki Kabupaten Gayo Lues. “Karena sebagian masyarakat di 12 Kecamatan itu pendapatannya dari menanam sereh wangi,”jelasnya.

Namun, jelas Juliar, yang menjadi masalah selama ini adalah harga minyak sereh yang tidak menentu. “Oleh karena itu, kita akan mempromosikan sereh wangi sebagai produk andalan Gayo Lues pada kegiatan pameran di Dehli India pertengahan April 2016 yang akan difasiliatasi oleh Kementerian Perindustrian dan Perdangangan RI.

"Kita berusaha mencari buyer yang lebih tepat dengan harga menjanjikan dan kontinyu, sehingga petani sereh di Gayo Lues sejatera, selain itu, kita juga akan mencari solusi lain dalam meningkatkan nilai jual minyak sereh wangi,”paparnya.

Namun, jelasnya, yang menjadi kendala petani sereh wangi selama ini adalah kurangnya ketersediaan alat penyulingan sere wangi dari Pemerintah.

Menurutnya, dengan tersedianya alat penyulingan yang memadai maka akan mendukung output lebih besar, bukan hanya pada minyak sereh wangi saja, akan tetapi produk minyak nilam.

Untuk itu, para petani di Kabupaten itu berharap bantuan ketel alat penyulingan secara manual yang terbuat dari Drum baik dari Pemerintah pusat maupun provinsi.(Apah).

Komentar

Loading...