Akibat Kemarau, Puluhan Ha Tanaman Jagung Blangtenggulun Terancam Gagal Panen

tanaman jagung @acehportal.com

tanaman jagung @acehportal.com
tanaman jagung @acehportal.com

Aceh Portal, Blangkejeren - Puluhan hektar tanaman jagung milik petani Blangtenggulun, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues terancam gagal panen akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

“Akibat kemarau jagung petani di Blangtenggulun terancam gagal panen dikarenakan kondisi tanaman jagung tersebut kering dan daun mengerucut layu,”ujar Wan Nujum, salah seorang petani jagung kepada acehportal.com, Minggu (3/4).

Padahal, katanya, tanaman jagung sudah berumur sekitar 2 hingga 3 bulan dan sebagian sudah ada yang berbuah, tapi akibat tidak ada air menyebabkan batang jagung kering dan sebagian mati. “Meskipun sesekali turun hujan tapi batang jagung sudah kering dan mati sehingga banyak petani gagal panen,”ungkapnya.

Ia juga menyatakan, akibat gagal panen petani mengalami kerugian Rp.2,5 juta hingga Rp.4 juta per hektarnya, sedangkan modalnya mengambil pinjaman. “Kondisi ini, semakin mempersulitkan. Jika tidak kemarau, kita bisa panen dan modal kita bisa tertutupi bahkan lebih,”paparnya.

Dia menjelaskan, modal yang dipinjam digunakan untuk membeli  pupuk, sistem pembayaran kepada pemilik modal ketika panen dengan harga lebih mahal.

“Kami petani jagung di Blangtenggulun hanya bisa pasrah melihat tanaman jagung yang menguning dan layu akibat kekeringan,”ujar Samsul petani lainya.

Ia menyatakan, bahwa tanaman jagung miliknya tak bisa dipanen lagi karena sudah mengerucut kering. ”Harus bagaimana lagi kita hanya bisa pasrah jangankan untuk kembali modal yang pasti rugi,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Noval,SP meminta kepada petani agar menanam jagung harus disesuaikan dengan kondisi cuaca. “Boleh saja menanam jagung disaat musim kemarau tapi apakah bisa di aliri dengan air, kalau tidak bisa otomatis jagungnya akan gagal total,”jelasnya.(Apah)

Komentar

Loading...