SPAK-Aceh Desak Gubernur Copot Direktur RSIA

ilustrasi demo RSIA @Acehportal.com

Ibu-ibu demo RSIA @Acehportal.com
Ibu-ibu demo RSIA @Acehportal.com

SPAK-Aceh Desak Gubernur Copot Direktur RSIA

Aceh Portal, Banda Aceh - Solidaritas Perempuan Anti Korupsi Aceh (SPAK-Aceh) mendesak Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk segera mencopot direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh pasca meninggalnya seorang ibu, Suryani binti Abdul Wahab dan bayinya saat proses bersalin karena ditelantarkan pihak rumah sakit tersebut.

Hal itu disampaikan Belasan kaum ibu-ibu yang mengatasnamakan dirinya SPAK-Aceh dalam aksi unjuk rasa di Halaman Rumah Sakit Ibu dan Anak, Jum’at (1/4) di Banda Aceh. Aksi itu mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian setempat.

Dalam aksi yang dimulai sekira pukul 10.00 Wib itu para pendemo membawa sejumlah poster yang bertuliskan Pak Gubernur Tunggu Apalagi Copot Direktur RSIA, Suryani Harus Menjadi Catatan Terakhir Buruknya Pelayanan RSIA.

“Kami meminta Bapak Gubernur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja yang dilakukan RSIA dan memberikan sanksi tegas terhadap para dokter dan staf yang bertanggungjawab dalam rumah sakit tersebut,”ungkap Koordinasi Aksi Yulindawati, dalam orasinya kemarin.

Menurut dia, kejadian seperti ini bukan hanya terjadi kali ini saja, tapi kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi di rumah sakit tersebut sebelumnya. “Bahkan, tak jarang akibat pelayanan yang tidak baik dan optimal dalam mengurus kepentingan public harus kehilangan nyawa, ini menjadi cacatan buruk dalam sejarah kepemimpinan Zikir,”pungkasnya.

“Untuk itu, kami berharap kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi di rumah sakit tersebut, oleh karena itu, Gubernur harus segera mencopot direktur RSIA,”ujarnya.

Dikatakannya, ada dugaan bahwa pelayanan yang tidak maksimal dikarenakan tidak ada keharmonisan antara Direktur RSIA dengan dokter, pegawai, dan tenaga penunjang rumah sakit tersebut.

Apalagi, katanya, sebelumnya pegawai, perawat, dokter dan tenaga penunjang perna melakukan aksi unjukrasa menuntut membayar dana intensif.

Untuk itu, kami meminta gubernur tidak perlu menunggu waktu lama dalam mengambil tindakan. Gubernur harus segera mencopot Direktur RSIA selaku pemimpin dan orang yang bertanggungjawab dalam rumah sakit tersebut.

Selain itu, Gubernur juga harus berani mencopot pihak-pihak yang diduga bertanggungjawab terhadap orang-orang yang terlibat dalam pelayanan RSIA. Ini bagian dari upaya menegakkan disiplin para petugas rumah sakit baik dokter, staf dan juga direktur.

Setelah melakukan orasi di depan halaman rumah sakit ibu dan anak itu, massa kembali melanjutkan aksi aksinya ke Dinas Kesehatan Provinsi.(adi)

Komentar

Loading...