Disdik Bener Meriah Agar Tingkatkan Mutu Guru

ilustrasi Guru (ACEH.ANTARANEWS.COM)

ilustrasi Guru (ACEH.ANTARANEWS.COM)
ilustrasi Guru (ACEH.ANTARANEWS.COM)

Aceh Portal, Redelong - Wakil Bupati Bener Meriah, Provinsi Aceh, Rusli M Saleh menginstruksikan kepada dinas pendidikan untuk fokus pada peningkatan mutu guru bukan pada fisik sekolah.

"Mulai tahun ini jangan perbanyak pembangunan fisik tapi fokus dan perbanyak pembangunan SDM guru sebagai pilar utama dalam pembangunan pendidikan," katanya pada kegiatan Konsultasi Publik Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di Redolong, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu.

Ia menyatakan, berhasil tidaknya siswa sangat bergantung pada dasar ilmu yang dimiliki oleh seorang guru, demikian juga sebaliknya keberhasilan seorang guru tergantung dari keberhasilan anak didiknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah Rayendra mengaku bangga telah tersusunnya dokumen PKB yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kemenag yang difasilitasi oleh USAID Prioritas.

"Dokumen yang kami susun ini sangat bermanfaat karena didalamnya berisikan informasi tentang jumlah sekolah, guru SD/MI dan SMP/MTs yang telah mengikuti berbagai pelatihan peningkatan keprofesionalan mereka," jelas Rayendra.

Dikatakan, dokumen ini akan menjadi rujukan bagi pihaknya untuk menyusun rencana kegiatan pelatihan guru sesuai dengan amanat pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74/2007 tentang Guru dan Permendikbud Nomor 22/2015 yang mendukung terwujudnya pembelajaran bermutu, dan Konsep pengembangan tersebut dituangkan dalam PKB.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah Darwinsyah menyatakan dukungan dewan dalam meningkatkan SDM guru, bahkan menurutnya alokasi anggaranpun tidak akan dikurangi untuk menciptakan guru berkualitas dan pendidikan bermutu.

"Kami di dewan sangat mendukung upaya ini, terutama dari sisi anggaran," kata Darwinsyah.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan pula penyerahan secara simbolis hibah paket Buku Baca Berjenjang (B3) untuk 15 SD/MI mitra USAID Prioritas dan 90 SD/MI non mitra. Penyerahan ini menandai dimulainya program baru tersebut secara resmi di 90 sekolah.

Seusai menyerahkan paket buku secara simbolis kepada Wakil Bupati, Koordinator Provinsi USAID Prioritas Aceh, Ridwan Ibrahim menjelaskan program B3 adalah salah satu fokus program USAID dan Pemerintah Indonesia dalam pengembangan budaya dan kemampuan membaca siswa kelas awal SD/MI.      "Berbagai penelitian membuktikan bahwa masih rendahnya kemampuan dan minat baca siswa di Indonesia," kata Ridwan.

Menurut ia, penyebab rendahnya budaya dan kemampuan membaca siswa, antara lain sekolah hanya menyediakan buku-buku bacaan bersifat umum secara terbatas, masih kurangnya jumlah buku yang sesuai sebagai media belajar membaca bagi siswa kelas awal.

Kemudian, banyak buku bacaan beredar di pasar, tetapi sulit ditemukan buku berjenjang yang disesuaikan dengan kebutuhan anak kelas awal dan tidak ada training khusus bagi guru tentang pembelajaran membaca di kelas awal.

Kondisi rendahnya budaya dan kemampuan membaca siswa pada umumnya dan siswa kelas awal pada khususnya sedapat mungkin tidak dibiarkan berlanjut, karena  semakin rendah keterampilan membaca siswa maka akan semakin rendah informasi yang dapat dimiliki yang pada gilirannya akan semakin rendah pula kemungkinan berhasil dalam belajarnya.

"Oleh karena itu, kami menghadirkan program Buku Baca Berjenjang," jelas Ridwan.

Ia juga berharap 41 SD/MI yang belum mendapatkan buku B3 mendapatkan bantuan pembelian buku dari pemerintah daerah.

Sumber: Antara

Komentar

Loading...