Pembunuh Kontraktor Masih Buron

Zaini Arianto (55) Warga Desa Sigleng Kecamatan Trumon, Aceh Selatan korban pembacokan hingga tewas oleh OTK, sedang di visum di Puskesmas Bakongan Timur. Korban yang bekerja sebagai kontraktor ini, ditemukan tewas bersimpah darah di kawasan Gunung Lhok Jamin Kecamatan Bakongan Timur, Rabu (27/1) sekira pukul 09.30 WIB. (ACEH.ANTARANEWS.COM)
Zaini Arianto (55) Warga Desa Sigleng Kecamatan Trumon, Aceh Selatan korban pembacokan hingga tewas oleh OTK, sedang di visum di Puskesmas Bakongan Timur. Korban yang bekerja sebagai kontraktor ini, ditemukan tewas bersimpah darah di kawasan Gunung Lhok Jamin Kecamatan Bakongan Timur, Rabu (27/1) sekira pukul 09.30 WIB. (ACEH.ANTARANEWS.COM)

Aceh Portal, Tapaktuan - Pelaku pembunuhan terhadap kontraktor di Aceh Selatan, Zaini (40) yang terjadi Rabu (27/1) yang jenazah korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan negara Tapaktuan-Medan di pegunungan Seulekat, Kecamatan Bakongan Timur, sampai kini masih buron.

Menurut keterangan yang dihimpun Analisa di Tapaktuan, Rabu (27/1), Zaini, warga Sigleng, Kecamatan Trumon, dihadang di pegunungan yang tanpa penghuni itu oleh pelaku yang diduga sudah menguntit korban yang mendarai sepeda motor sejak korban keluar dari rumahnya.

Di lokasi kejadian, korban ditemukan oleh pengguna jalan yang kemudian melaporkannya kepada pihak keamanan setempat.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim AKP Darwanto kepada Analisa, Rabu, mengungkapkan, pembunuhan yang diduga dilakukan oleh warga Trumon itu sedang dalam penyelidikan polisi. “Kami sudah mengantongi nama pelaku yang kini sedang kita kejar,” katarnya.

Pelaku yang terindentifikasi berinisial M (38), diduga sudah merencanakan pembunuhan itu. Ini terlihat dari modus kejadiannya di mana korban dibacok dari belakang dan kemudian menyudahi aksinya dengan membacok bagian tangan dan leher di mana korban diduga sempat melakukan perlawanan sebelum tewas di tangan tetangganya itu.

Napi Kabur

Sementara, dua narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) yang dilaporkan kabur Selasa (26/1) dinihari, hingga saat ini belum berhasil ditemukan.

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH melalui Kasat Reskrim AKP Misyanto SE kepada wartawan, Kamis (28/1) mengatakan, kedua napi itu diperkirakan melarikan diri dan bersembunyi ke daerah asalnya masing-masing. Hingga hari ketiga kaburnya kedua napi itu, jajaran Polres Abdya terus melakukan pengejaran dan melakukan koordinasi dengan polres lainnya agar ruang gerak kedua napi menjadi terbatas dan lebih cepat ditemukan.

Kedua napi ialah Sabran alias Munte bin Bustami (26), warga Desa Dorok Nauli Kecamatan Babul Rahman, Aceh Tenggara. Dia ditahan karena mencuri dan dihukum selama tiga tahun penjara. Polisi mencurigai yang bersangkutan melarikan diri ke kampung halamannya.

Kemudian, Mukhlis Sardi bin Khairuddin (23), penduduk Desa Seuneubok, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan yang ditahan karena melakukan pencurian dengan kekerasan dan dihukum empat tahun delapan bulan penjara. “Kami terus melakukan pengejaran terhadap kedua napi dengan berkoordinasi dengan kepolisian di kabupaten asal napi,” ungkap Kasat Reskrim.

Dia mengharapkan seluruh masyarakat Abdya dan sekitarnya yang melihat atau mengetahui keberadaan kedua napi agar segera melaporkan kepada petugas. Identitas dari pelapor tetap dirahasiakan demi kenyamanan bersama.

“Kami mengimbau agar kedua tahanan segera menyerahkan diri. Penyerahan diri mereka akan menjadi pertimbangan khusus bagi penegak hukum,” imbuhnya.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...