DPRK Usulkan Empat Rancangan Qanun Inisiatif

webAceh Portal - Banda Aceh

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mengusulkan empat rancangan qanun inisiatif dewan untuk dimasukkan dalam program legislasi tahun 2016. Hal itu disampaikan dalam sidang rapat paripurna khusus DPRK Banda Aceh di Gedung DPRK setempat, Kamis (28/1).

Keempat rancangan qanun tersebut masing-masing, Rancangan Qanun Kota Banda Aceh Tentang Jaminan Produk Halal, Rancangan Qanun Kota Banda Aceh Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga,  Rancangan Qanun Aceh Tentang Pembangunan Kepemudaan dan Rancangan Qanun Aceh Tentang  Pelestarian Situs dan Sejarah Serta Cagar Budaya.

Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar menyatakan, keempat rancangan qanun inisiatif tersebut penting untuk segera dibahas dan disahkan.

Ia mencontohkan, Rancangan Qanun Kota Banda Aceh Tentang Jaminan Produk Halal, penting segera dibahas guna memberikan kepastian  kepada warga kota Banda Aceh bahwa makanan, minuman serta produk-produk lainnya yang mereka konsumsi maupun mereka gunakan terjamin kehalalannya.

“Kita berharap kehadiran Qanun Kota Banda tentang Jaminan Produk Halal tersebut dapat membuat Kota Banda Aceh keluar dari status Darurat Produk Halal,”ungkapnya.

Selanjutnya terkait Rancangan Qanun kota Banda Aceh tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga, Farid menilai perlu segera dilahirkannya Qanun tersebut sebagai wujud nyata dari misi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai model kota madani.

“Kehadiran qanun kota Banda Aceh tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga kita harapkan dapat menciptakan ruang yang kondusif bagi perempuan dan anak sebagai upaya dalam mewujudkan adanya jaminan bagi perempuan dan anak-anak terhadap hak-hak dasarnya,”sebutnya.

Pada kesempatan tersebut pelapor dari pengusul Rancangan Qanun Aceh Tentang Pembangunan Kepemudaan, Mahyiddin menyebutkan pengembangan potensi pemuda di kota Banda Aceh harus dilakukan secara maksimal. Paling tidak, pemuda Banda Aceh akan bisa memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah.

“Pemuda Banda Aceh harus mampu bersaing, tidak hanya dengan pemuda-pemuda lainnya di Aceh atau di Indonesia, melainkan dengan seluruh pemuda di Negara-negara Asean, jika tidak maka pemuda kita hanya akan menjadi penonton pada era MEA ini,”kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Sementara rencana qanun pembagunan ketahanan keluarga, kata T. Iqbal Djohan anggota DPRK Banda Aceh, qanun tersebut sangat penting untuk mewujubkan dan meningkatkan kemampuan, kepedulian, serta tanggungjawab pemerintah daerah, keluarga masyarakat dan dunia usaha dalam menciptakan, mengoptimlakan keuletan dan ketanguhan keluarga.

Selain itu juga untuk mewujubkan kualitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik material dan mental spiritual secara seimbang sehingga dapat menjalankan fungsi keluarga sejatera lahir dan bathin.

Dikatakannya, saat ini Banda Aceh berada dalam kondisi banyaknya mengalami kerapuhan ketahanan keluarga. “Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi ini berada dalam kondisi lemahnya ketahanan keluarga, sehingga qanun tersebut sangat penting segera disahkan,”jelas Iqbal.(dd)

Komentar

Loading...