Dipulangkan, TKI Korban Pembunuhan di Malaysia

M Nasir menunjukkan foto anaknya, Junaidi, yang meninggal di Malaysia yang diduga kuat akibat dibunuh.(Analisa/busairi)
M Nasir menunjukkan foto anaknya, Junaidi, yang meninggal di Malaysia yang diduga kuat akibat dibunuh.(Analisa/busairi)

Aceh Portal, Lhoksukon - Jenazah Junaidi (35), yang diduga menjadi korban pembunuhan di Malaysia dipulangkan ke rumah duka di Desa Bintah, Kecamatan Madat, Aceh Timur. Junaidi meninggal diduga dibunuh oleh sesama rekan kerjanya di negeri jiran tersebut.

“Korban dipulangkan dari Malaysia dengan menggunakan pesawat dan tiba di Medan, Rabu (27/1). Saat ini dalam perjalanan ke kampung halaman. Diperkirakan akan tiba ke rumah duka pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar orang tua korban, M Nasir (56) saat ditemui Analisa di kediamannya di Desa Bintah, Rabu (27/1).

Menurut informasi yang diperoleh orang tua korban, Junaidi tewas di Malaysia pada Jumat (22/1). Di jasad Junaidi ditemukan luka di bagian leher. Korban diduga dibunuh karena persaingan kerja sebagai buruh bangunan.

“Menurut informasi, anak saya dibunuh karena persaingan kerja. Junaidi selama di Malaysia tinggal di Cyberjaya. Informasi kematian Junaidi saya peroleh dari pemuda desa. Mereka mengetahuinya dari media sosial,” tambahnya.

Dikatakannya, Junaidi ke Malaysia sejak 2005 dan belum pernah pulang ke kampung halamannya. Menurut ayahnya, korban terakhir berkomunikasi dengan keluarganya pada 2015. Dalam komunikasi tersebut, lelaki lulusan akademi keperawatan (Akper) di Kota Langsa tersebut berniat untuk pulang pada 2016.

“Dalam pembicaraan tersebut, saya juga berpesan kepadanya jangan pernah tinggalkan salat lima waktu. Selama berada di Malaysia, Junaidi yang masih lajang juga pernah mengirim uang untuk pengobatan ibunya yang sakit. Sekarang ibunya telah meninggal dunia akibat diserang penyakit. Itulah komunikasi terakhir kami,” urainya.

Nasir menambahkan, dia sangat terpukul dengan kematian Junaidi, apalagi dengan cara tak wajar. Menurutnya, selama berada di kampung halaman, putranya adalah anak yang suka bekerja keras dan berperilaku sopan terhadap orang lain.

“Saya harapkan kepada Malaysia segera menangkap pelaku pembunuhan anak saya. Saya juga berharap agar Pemerintah Indonesia mempu menjaga warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri,” harapnya lagi.

Sumber: Analisa

Komentar

Loading...