Satu Rumah Hanyut dan 18 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir 

Bupati Pidie Tinjau banjir (Aceh Portal)
Bupati Pidie Tinjau banjir (Aceh Portal)

Aceh Portal - Pidie

Hujan yang terus menguyur wilayah Pidie dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sepuluh Kecamatan di Kabupaten Pidie, akibat banjir itu satu unit rumah warga hanyut terbawa arus luapan sungai dikawasan tersebut.

Kesepuluh kecamatan yang terendam banjir, diantaranya Kecamatan Mila, padang Tiji, Kota Sigli, Pidie, Batee, Indrajaya, Delima, Sakti, Grong-grong dan Muara Tiga.

“Hanya satu unit rumah hancur terbawa arus sungai dan ratusan rumah lainnya terendam banjir di sepuluh Kecamatan tersebut,”ujar Asisten II Sekdakab Pidie, Maddan, SE, kepada wartawan, di Pidie.

Maddan menyatakan, rumah yang hancur itu milik Arif  M. Soni (45) warga desa Tuha Biheu Kecamatan Muara Tiga. Selain itu, ada sebanyak 18 unit rumah lainnya yang juga mengalami rusak berat.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini hanya saja tempat tinggal mereka habis terseret banjir,”kata Maddan, saat meninjau lokasi banjir.

Selain rumah warga, tambah Maddan, banjir yang terjadi pada rabu (27/1) sekira 03.15 Wib dini hari juga mengakibatkan lahan pertanian milik masyarakat di sepuluh Kecamatan itu rusak berat. “Setidaknya ada puluhan hektar persawahan yang baru ditanami benih padi terendam banjir,”jelasnya.

Bahkan, tambahnya, sejumlah fasilitas umum milik pemerintah juga ikut terendam banjir seperti sekolah, Puskesmas, serta badan jalan Negara dikawasan kecamatan Muara Tiga Amblas.

Lebih lanjut, Maddan menambahkan, ketinggian air di kawasan banjir tersebut sebagian mencapai 1 meter hingga 2 meter. “Tapi, yang paling parah banjir terjadi di tiga Daerah yakni Kecamatan Batee, Padang Tijie, dan Muara Tiga,”ungkapnya.

Dikatakannya, Pemerintah Pidie telah turun kesejumlah Kecamatan banjir untuk memberikan bantuan dan melihat langsung kondisi warga yang terkena musibah banjir. “Sebagian masyarakat di 10 Kecamatan telah mengungsi ke tempat yang lebih aman,”sebutnya.

Untuk sementara, kata Maddan, pihaknya telah membuka dapur umun di setiap Kecamatan yang terendam banjir, dan bantuan sembako terus disalurkan di tempat-tempat pengungsian.

Maddan juga menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap bencana banjir karena tingginya curah hujan menyebabkan permukaan air sungai terus naik.

“Namun, sampai saat ini belum diketahui berapa kerugian akibat bencana tersebut, karena masih dalam tahap pendataan,”katanya.(raju)

Komentar

Loading...