Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Irigasi Miliaran Rupiah Ambruk

045043700_1418137648-Ilustrasi_Korupsi_Jaringan_IrigasiAceh Portal, Aceh Tenggara - Proyek jaringan irigasi yang baru setahun selesai dikerjakan rekanan PT Yulda, kini sudah mabruk. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar dari sumber Pemerintah Aceh itu, berlokasi di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara.

Ambruknya proyek irigasi tersebut akan mengancam ratusan hektare sawah di Kecamatan Babussalam, karena tidak bisa lagi mendapat air dengan sempurna.

"Ya, inilah kondisi irigasi yang baru saja dibangun oleh pihak rekanan. Seharusnya irigasi ini bisa bermanfaat untuk masyarakat petani padi, kalau sudah begini maka petani yang susah untuk mendapatkan air bagi sawahnya," ujar Asman, seorang petani kepada MedanBisnis di lokasi irigasi tersebut, Selasa (26/1) .

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, diduga penyebab bangunan itigasi itu ambruk karena kualitasnya sangat diragukan, diduga menyimpang dari rencana anggaran biaya (RAB). Sebab pondasinya dangkal, sehingga tidak bisa menahan derasnya air yang menghantam dinding beton irigasi.

Terkait hal itu, anggota Komisi C DPRK Agara Gabe M Tambunan menyesalkan, karena sarana irigasi itu menjadi sia-sia.

Politisi Partai Golkar ini berharap pihak penegak hukum secepatnya melakukan penyelidikan atas proyek itu.

"Ini tidak bisa kita biarkan, karena ini untuk kepentingan masyarakat luas," katanya.

Hal yang sama dikatakan Ketua LSM Gerakan Aceh Tenggara Bersih (Getab) Kasri Selian. Menurut dia, ambruknya bangunan baru itu karena diduga pihak rekanan saat pembangunannya mengambil keuntungan besar sehingga mengabaikan kualitas pengerjaan.

Sumber: medanbisnisdaily.com

Komentar

Loading...