165 RSS Kaum Duafa Belum Ditempati

Rumah bantuan untuk kaum duafa di Desa Ladang Kecamatan Susoh, Abdya.(Analisa/agustia saputra)
Rumah bantuan untuk kaum duafa di Desa Ladang Kecamatan Susoh, Abdya.(Analisa/agustia saputra)

Aceh Portal, Blangpidie - Sebanyak 165 unit rumah sehat sederhana (RSS) yang diperuntukkan masyarakat duafa di Aceh Barat Daya (Abdya) hingga sekarang belum ditempati oleh yang berhak. Sementara bantuan rumah itu telah selesai dikerjakan pada 2015.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, Selasa (26/1) pembangunan rumah yang menelan anggaran Rp14 miliar tersebut dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dan dana Otonomi Khusus (Otsus) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2015 dan dibangun di lima lokasi terpisah.

Rinciannya, 33 unit di Desa Ladang dan 33 unit di Ujung Padang, Kecamatan Susoh; 33 unit di Gudang dan 33 unit di Mate Ie, Kecamatan Blangpidie; serta 33 unit di Kuta Makmur, Kecamatan Jeumpa.

“Kalau rumah bantuan itu tidak segera diserahkan kepada yang berhak, dikhawatirkan akan rusak akibat tidak ada perawatan. Sebab tidak ada penjaga ataupun pagar pengaman sehingga rumah-rumah itu rawan jika dibiarkan terlantar dalam waktu lama. Hewan ternak juga bebas keluar masuk rumah itu,” ujar warga Susoh, Mukhsin.

Menurutnya, bantuan rumah dari pemerintah itu diperuntukkan masyarakat miskin di kabupaten ini. Sayangnya, sayangnya seluruh rumah itu belum berpenghuni.

Apalagi banyak rumah kawasan dalam kondisi pintu yang tidak terkunci. Dia mengharapkan kepada instansi terkait agar segera mewujudkan impian ratusan kepala keluarga miskin itu.

Ketua Komisi Nasional-Pengawasan Aparatur Negara (Komnas-Waspan) Abdya, Irfan Faisal SH mengaku prihatin dengan kondisi 165 unit rumah itu.

Awalnya, alasan pembangunan RSS di Abdya merupakan salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan di kabupaten dengan julukan “Breuh Sigupai” itu. Sehingga, Gubernur Aceh bahkan Bupati Abdya menyatakan program pembangunan rumah itu untuk membantu masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Besaran anggaran yang diserap dari pembangunan tersebut mencapai Rp14 miliar. Akan tetapi, pascarampung dibangun, rumah itu tidak kunjung dibagikan kepada yang berhak oleh pemerintah setempat.

“Sangat disayangkan, rumah sebanyak 165 unit itu masih dinilai misteri dan menuai tanda tanya dari masyarakat terkait keberadaannya sebab belum ada tanda-tanda yang jelas kapan rumah tersebut dihuni oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Dia meminta Pemkab Abdya dan instansi terkait agar tidak memperlama menyerahkan rumah itu. Sebab, tujuan awal program itu adalah untuk membantu meringankan beban masyarakat miskin di Abdya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Abdya, Nazaruddin mengaku belum mengetahui keberadaan 165 unit rumah bantuan itu. Alasannya, dia belum melihat seluruh dokumen terkait pembangunan rumah itu.

“Saya belum melihat dan menerima semua dokumennya. Berapa jumlah dan di mana lokasinya juga belum saya ketahui. Maklum, saya baru menjabat sebagai kepala dinas di sini. Nanti akan saya cek ke bidang yang menanganinya agar segera ditindaklanjuti,” katanya sembari mengaku baru sebulan terakhir dilantik sebagai Kadissosnakertrans Abdya.

Sumber: analisadaily.com

Komentar

Loading...