Mantan Anggota Gafatar Mengaku Dicuci Otak

foto:ist
foto:ist

Makassar - Mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Muhammad Ka­pong menga­ku telah 11 bulan me­ngalami indoktrinasi mental dan pi­kir­an atau istilah lain, dicuci otak.

"Saat itu saya diajak te­man untuk bergabung. Se­lama11 bulan berga­bung ba­nyak hal di luar logika ter­masuk indoktrinasi (cuci otak) yang diajarkan mere­ka," ujar Muhammad Ka­pong di rumah kosnya Jalan Pam­pang II Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis. Karena merasa ada yang bertentangan dengan ajaran Islam yang dipahaminya, ia pada April 2012 keluar dari Gafatar.

"Saya memilih keluar saja karena pemahaman agama berseberangan dengan ajaran mereka yang menyim­pang," ucap mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Ma­kassar itu.

Awalnya ia masuk Gafa­tar karena diajak seniornya, kemudian mendapat doktrin bahwa sekarang hanya zaman jahiliyah sehingga bebas berbuat apa saja, dan nanti akan diluruskan kem­bali. Hal itu, katanya, membuat ba­nyak orang bergabung.

Muhammad Kapong me­nyebut­kan, sistem pere­krutan menjadi pe­ngurus dinilai dari tingkat penge­tahuan, kontribusi dan loya­litasnya kepada Gafatar.

Selain itu, katanya, Gafa­tar punya cara tersendiri da­lam memperbanyak pe­ngi­kut yaitu anggota baru ditu­gaskan mencari anggota la­in, mulai di keluarga ter­dekat.

"Sudah bergabung harus berjanji mencari anggota baru, diutamakan sudah ber­keluarga supaya bisa me­narik anggota keluarganya masuk se­hingga anggota bertambah," ungkap­nya.

Ia menyatakan dirinya tak sempat merekrut orang lain karena sibuk de­ngan perkuliahan dan organisasi kampus begitu padat.

Meski Gafatar pernah terlibat kon­flik dengan organisasi Forum Pem­bela Islam (FPI) pada 2012, namun tidak menyurutkan semangat mereka memper­banyak anggota dengan mo­del berbeda.

"Seingat saya dulu itu jum­lah un­tuk satu keca­matan ada sekitar 100 anggota, belum lagi di kelurahan dan lainnya. Diperkirakan ada ratusan orang waktu itu," sebutnya.

Sebelumnya, Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyatakan akan melakukan pendekatan ter­ha­dap para eks Gafatar untuk menyadar­kan bahwa apa yang mereka lakukan tidak sesuai ajaran agama serta nilai-nilai Pancasila.

Pemerintah Kota Makas­sar juga sedang mengiden­tifikasi gerakan-ge­rakan yang mencurigakan dengan mendirikan posko di setiap kecamat­an dan menghimbau masyarakat se­gera melapor­kan apabila ada me­nemukan.

"Saat ini semua organisasi Islam di Makassar sudah dirangkul untuk memerangi ajaran yang menyimpang seperti Gafatar. Pemerintah Kota siap membimbing dan merangkul kembali para mantan pengurus Gafatar maupun anggotanya untuk kembali ke jalan yang benar," katanya.

Sumber: Antara

Komentar

Loading...