Arak Bugil Pencuri Sandal, Empat Warga Jadi Tersangka

Republika/Prayogi
Republika/Prayogi

SRAGEN -- Polisi menetapkan empat tersangka kasus arak bugil terhadap Ris (15), siswi sebuah SMP swasta di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.''Kami tetapkan sebagai tersangka. Perbuatan mereka memenuhi unsur pidana,'' kata Kapolres kata Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo, Selasa (19/1/2016).

Aktor intelektual kasus arak bugil yakni Sukamto (52 tahun). Wiji Lestari (37), Sukarno (47), dan Ny Subroto (66). Ketiga pelaku yang masih sanak famili. Mereka dikenai Pasal 55 KUH Pidana, turut serta membantu dalam melakukan tindak kejahatan. Sedang pelaku dijerat dengan Pasal 37 UU Nomor 44 tahun 2008, tentang Pornografi dengan ancaman 10 tahun ditambah sepertiga dari ancaman hukuman.

Sandal jepit, baju rok, dan BH yang dikalungkan ke leher korban, disita polisi dan dijadikan barang bukti pemeriksaan. Pelaku merekam aksi dengan rekaman video ponsel, dan menyebarkan ke media sosial.

Ny Subroto ditetapkan paling akhir sebagai tersangka. ''Ny Subroto ini jadi tersangka, karena diduga ikut turut serta mengarak bugil korban keliling kampung sejauh satu kilometer,'' tambah Wakapolres Sragen, Kompol Yudi Arto Wiyono. Menurut Yudy, saat peeristiwa pengarakan keliling kampung yang diduga dilakukan Sukamto, Ny Subroto berperan menabung bunyi-bunyian gong untuk menarik perhatian warga. Sedang Wiji Lestari dan Sukarno mengikuti dibelakang pegang kenong (gong) yang ditabuh Ny Subroto.

Polisi hingga kini tidak menahan Ny Subroto karena alasan kemanusiaan mengingat yang bersangkutan usia tua. Meski tidak ditahan, pemberkasan perkara tetap beranjut. Sedang otak pelaku arak bugil Sukamto, beserta Wiji Lestari dan Sukarno ditahan.

Seperti diketahui, aksi arak bugil terhadap Ris dilakukan 10 Januari. Perbuatan ini dilakukan, karena Ris dituduh mencuri sandal jepit dan pakaian dalam bekas. Barang hasil curian dikalungkan dileher saat dilakukan arak keliling kampung. Pelaku mengarak dengan tetabuhan gong, sambil meneriaki maling-maling.Kasus arak bugil ini menjadi perhatian banyak pihak.

Sumber : republika.co.id

Rubrik: HukumNews

Komentar

Loading...