Pusat Telepon Pertama Belanda Ada di Aceh

Foto: Salman Madira/Okezone
Foto: Salman Madira/Okezone

BANYAK bangunan bersejarah peninggalan kolonial bisa dilihat saat ke Banda Aceh. Satu diantaranya gedung bekas pusat telepon militer Belanda.

Bangunan berarsitektur khas Eropa ini berada di pangkal Jalan Teuku Umar, bahkan gedung ini masih kokoh dalam rimbun pohon trembesi. Letaknya persis diantara diantara Taman Sari Gunongan, Taman Putroe Phang, dan Tugu Simpang Jam.

Menurut Khiththati, warga Aceh Besar, gedung ini bisa menjadi situs wisata sejarah yang menarik bagi turis, jika diurus dengan baik oleh pemerintah.

“Pemerintah jangan hanya sibuk buat bangunan baru, tapi melupakan bangunan lama yang bersejarah,” katanya kepada Okezone di Banda Aceh, Sabtu (9/1/2016).

Bangunan dua lantai ini sekarang dijadikan Kantor PSSI Aceh. Dulunya memang sentra telepon militer Belanda pada masa perang melawan Aceh. Situs ini sudah dijadikan salah satu cagar budaya di Banda Aceh.

Sentral telepon ini dibangun di area Darul Dunia atau kawasan Istana Kerajaan Aceh Darussalam, ketika Belanda menduduki Koetaradja (Nama lain Banda Aceh masa Belanda.

Banda Aceh saat itu dijadikan pusat pemerintahan militer kolonial Belanda. Mereka menamakan gedung tersebut sebagai Kantor Telepon Koetaradja. Inilah pusat telepon pertama kali dibangun di Hindia Belanda (Indonesia sekarang).

Bangunan semi permanen berbentuk persegi delapan ini kental unsur kolonial dipadu nilai arsitektur tropis. Ini jelas terlihat dari desain pintu masuknya, kemudian jendelanya yang berukuran besar berjalusi.

Bagian lantai satunya adalah beton, sedang dinding lantai duanya berupa kayu bermutu tinggi yang berukir khas. Bagian atasnya setengah lingkaran. Di dalamnya terdapat tangga naik ke lantai dua yang melengkung.

Meski memiliki sejarah unik, gedung ini sekarang terkesan kurang terawat. Dindinya mulai kusam, catnya memudar.

Jendela dan celahnya terlihat berdebu, sedangkan pekarangannya berserakan dedaunan kering dan ranting pohon.

Sumber | OKEZONE.COM

Komentar

Loading...