Tragis Setelah Dituduh Maling Bocah Ini Juga Dianiaya

Bocah 13 tahun korban aniaya terbaring di RSU. (aceh portal)
Bocah 13 tahun korban aniaya terbaring di RSU. (aceh portal)

Aceh Portal - Aceh Barat

Sungguh tragis nasib SA usia 13 tahun, hanya gara-gara hendak membeli air minum, SA kemudian dituduh maling dan juga dianiaya, kini SA harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka memar.

SA merupakan pelajar sekolah menengah pertama Meulaboh. Korban dianiaya oleh ZN pada Sabtu, (9/1/2016), penganiayaan tersebut dilakukan setelah korban disebut pencuri oleh pemilik kios, di halaman masjid Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Atas pengakuan SA dirumah sakit, awalnya korban hendak beristirahat setelah bermain bola di pekarangan masjid Suak Ribee bersama temannya, lalu korban menuju ke kios dekat lapangan bola untuk membeli air. Ketika sampai di kios rupanya pemilik kios tidak berada di tempat, sedangkan korban sudah kehausan dan duluan mengambil air.

Lebih lanjut SA menjelaskan, air yang diambilnya belum sempat diminum, karena ketika hendak meminum, pemilik warung langsung menyebut SA maling sambil memegang kerah baju korban, sehingga korban takut dan berusaha lari.

"Akibat mendengar teriakan pencuri, saya langsung dihadang oleh ZN salah seorang warga Suak Ribee yang bertentangga  dengan warung tersebut,’’ kata SA kepada Wartawan di Rumah sakit Umum Cut Nyak Dien (RS-UCND) Meulaboh, Senin (11/1/2016).

Korban mengaku merasa ketakutan pada saat dihadang ZN, karena ZN pada saat memukul SA  sedang memegang parang, sehingga SA pasrah dipukuli takut dilempar parang ketika hendak lari.

Sementara ibu korban Sri Mawarni,37 mengatakan, pihaknya sudah melaporkan perbuatan ZN kepada polisi supaya ZN dapat bertanggung jawab apa yang sudah dilakukannya kepada putranya. Kini SA terpaksa dirawat dirumah sakit dengan kondisi lemas dan bekas luka dikening serta lutut. (putra)

Komentar

Loading...