Presiden Tidak Tepat Beri Amnesti Kepada Din Minim

Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra/ Foto : KANALACEH.COM
Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra/ Foto : KANALACEH.COM

Aceh Portal - Banda Aceh

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, menilai langkah Presiden RI Joko Widodo memberikan amnesti kepada Din Minimi, merupakan sebuah langkah yang keliru dan sangat tidak tepat.

"Mengingat Din Minimi bukan termasuk kelompok yang melakukan pemberontakan kepada Negara yang bertujuan untuk memisahkan diri dari NKRI, bukan merampok dan menyulitkan masyarakat sebagaimana pernah diucapkan oleh Kabin Sutiyoso sehingga sangat tidak pantas Din Minimi mendapatkan Amnesty," kata Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra kepada wartawan, di Banda Aceh, Rabu (6/1).

Namun menurutnya, Din Minimi harus diproses secara hukum, karena sampai saat ini masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Aceh, terhadap serangkaian kejahatan yang pernah dilakukan. "Kalau kejahatan yang dilakukan Din Minimi hanya kriminal biasa, maka dia sangat layak untuk diproses secara hukum, bukan amnesti yang merupakan konsesus politik," jelasnya.

Seharusnya tambah Hendra, Din Minimi diproses hukum secepatnya, dan Polda Aceh harus segera menangkapnya, Karena masih dalam status DPO Polda Aceh. Apalagi Din Minimi sebagai anggota GAM sudah pernah diberikan amnesti oleh pemerintah Indonesia.

"Din Minimi yang masih berada dirumahnya saat ini, berstatus sebagai apa?, sehingga dilakukan pengawalan yang begitu ketat," tanya Hendra.

Pengawalanpun sebutnya, dilakukan bukan oleh pihak yang berhak, melainkan hanya segerombolan orang yang tidak jelas statusnya. Maka BIN sebagai pihak yang membawa turun Din Minimi, harus segera memperjelas statusnya saat ini sebagai apa.

"Kalau tidak bisa memperjelaskan status Din Minimi sebagai apa, maka sebaiknya BIN menyerahkan Din Minimi kepada Polda Aceh, karena di Polda statusnya saat jelas sebagai DPO," pungkasnya. (dd)

Komentar

Loading...