Akibat Cuaca, Tangkapan Nelayan di Banda Aceh Menurun

ilustrasi cuaca buruk/Foto : JABARMERDEKA.CO
ilustrasi cuaca buruk/Foto : JABARMERDEKA.CO

Aceh portal - Banda Aceh 

Hasil tangkapan nelayan di Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir ini menurun, dibandingkan beberapa bulan yang lalu. Hal itu juga dipengaruhi cuaca, karena angin bergerak dari arah barat. Akibat cuaca tidak menentu juga mempengaruhi melonjaknya harga ikan di pasaran dalam dua minggu terakhir ini.

Hasil pantauan di pantai Kampung Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Rabu (6/1), nelayan kecil yang menggunakan jaring pukat pesisir (darat), tidak memperoleh hasil tangkapan seperti biasanya.

"Hingga siang ini, kami baru mendapat hasil tangapan satu keranjang, yang biasanya hingga lima keranjang," kata seorang nelayan, Misba (50) kepada wartawan.

Menurut dia, sedikitnya hasil tangkapan nelayan akhir-akhir ini, akibat faktor cuaca. Banyaknya gelombang, arah angin dari barat, itu juga mempengaruhi keberadaan ikan. "Tapi ini sudah mulai arah angin dari Timur. Namun, ikan belum banyak juga, mungkin belum rezekinya kita,"pungkasnya.

Misba yang biasanya melabuhkan pukat darat bersama sembilan rekannya, dalam sehari bahkan pernah memperoleh hasil tangkapan mereka hingga satu ton. Sehingga mereka kualahan saat menariknya ke darat, walaupun ikan yang didapati rata-rata ikan berukuran kecil.

Akibat minimnya hasil tangkapan nelayan, harga ikan yang mereka jual, itu mulai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu perkeranjangnya. Namun harga sebelumnya, biasanya Rp150 ribu perkeranjang.

Sementara pemilik warung nasi di Banda Aceh, As (40) mengaku, sedikit kualahan dengan mahalnya harga ikan. Menurutnya harga ikan naik dua kali lipat dari sebelumnya.

"Tapi saya tetap membelinya, untuk keperluan jualan," pungkasnya, sembari menambahkan harga nasi yang dijualnya perbungkus tetap seperti biasanya. (dd)

Komentar

Loading...