Terdeteksi Petugas, Pengedar Ditangkap bersama 21 Gram Sabu di Langsa

Tersangka diamankan polisi bersama barang bukti (Ist)

Langsa, Acehportal.com - Personel Sat Resnarkoba Polres Langsa menangkap seorang pengedar sabu yang diketahui sedang mencari pembeli di kawasan Gampong Jawa Belakang, Kecamatan Langsa Kota, Langsa.

Ia tertangkap dalam penggerebekan sebuah rumah di gampong setempat, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat tentang adanya rencana transaksi sabu, Senin (6/4/2020) sore kemarin.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Wijaya Yudi mengatakan, tersangka yang ditangkap yakni MAI (21), warga asal Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Dalam penangkapan ini, petugas menyita dua paket sabu seberat 21,03 gram beserta barang bukti lainnya seperti satu set alat isap (bong), kaca pirek, handphone dan lainnya.

"Setelah menerima informasi kita langsung ke lokasi menggerebek rumah yang dimaksud, tersangka pun kita tangkap bersama barang bukti," ujarnya Rabu (8/4/2020) saat dikonfirmasi.

Kasat menjelaskan, saat digerebek, tersangka MAI sedang berada dalam kamarnya. Barang bukti puluhan gram sabu itu pun ditemukan petugas di dalam kamar tersebut dan diakui adalah miliknya.

"Tersangka mengaku membeli sabu ini beberapa waktu lalu dari rekannya berinisial A (DPO) seharga Rp 10 juta lebih, rencana dijual kembali dengan harga Rp 11,2 juta atau lebih," kata Wijaya.

Mendengar kesaksian MAI, petugas langsung bergerak ke Aceh Timur untuk mencari keberadaan A yang telah ditetapkan sebagai DPO. Namun, A juga tak ditemukan di lokasi yang dimaksud sehingga polisi kini masih mencarinya.

"Dari pengakuan tersangka dia baru dua bulan jadi pengedar, tetapi itu sebatas yang diakui, meski selama ini tersangka MAI ini belum pernah kita ketahui dan tidak ada dalam target operasi," jelasnya.

Wijaya juga mengungkapkan, dari pengakuan MAI dirinya tak pernah bertemu sama sekali dengan A. Saat transaksi, mereka berdua hanya berkomunikasi melalui telepon.

"Uangnya ditransfer dan A biasanya mengarahkan MAI untuk ambil barang dimana. Saat ini kita masih melakukan pengembangan kasus," tambah Iptu Wijaya Yudi.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...