Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko: Situasi di Aceh Aman dan Nyaman serta Kopinya Luar Biasa

Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko

Banda Aceh, Acehportal.com - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menilai, ada dua hal yang sangat luar biasa di Aceh yakni situasi yang aman dan nyaman serta kopinya. Hal ini dikatakan Teguh, Jumat (3/4/2020).

Meski awalnya sempat was-was saat pertama kali menjabat sebagai Pangdam IM karena Aceh merupakan daerah bekas konflik, kecemasan Teguh terhapuskan setelah beberapa waktu ia menetap dan menjabat sebagai Pangdam IM di Tanah Rencong.

"Awalnya was-was juga ada, sempat berpikir tantangan yang dihadapi saya pikir juga besar, namun ternyata begitu saya disini berbeda sekali. Aceh itu sudah damai, aman, nyaman sekali, apa yang ditakutkan banyak orang tidak ada disini," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan wilayah lain yang menjadi tempat bertugas pihaknya, kata Mayjen TNI Teguh Arief dengan memohon maaf, di Aceh inilah dirinya mendapatkan rasa kekeluargaan yang begitu besar dan sangat luar biasa.

"Rasa kekerabatan, kebersamaan, rasa nasib sepenanggungan luar biasa, inilah yang saya dapatkan justru tak disangka-sangka di Aceh," ujarnya.

Dirinya merasa ingin bertugas lebih lama di Tanah Serambi Mekah ini. Namun karena harus menjalankan tugas dari pimpinan dimana pun dan kapan pun, TNI harus siap untuk melaksanakan tugas.

"Tapi di Aceh intinya luar biasa, aman, nyaman, apalagi kopinya luar biasa," tegasnya.

Sementara itu, pasca diterapkannya jam malam oleh pemerintah terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid 19) yang saat ini tengah merebak di hampir seluruh belahan dunia, dirinya menjelaskan bahwa semuanya berjalan lancar.

"Alhamdulillah dengan berbagai macam upaya dari pemerintah kita dukung semua kebijakan, sudah kita bicarakan dengan Forkopimda untuk melakukan langkah yang tepat sesuai dengan karakter orang Aceh," katanya.

"Aceh ada kehidupan malam, artinya bukan kehidupan malam yang negatif tetapi nongkrong di warung kopi, ini adalah kekhasan dan menjadi kebiasaan orang Aceh, khawatir disitulah penyebaran virus jadi kita lakukan salah satunya langkah ini. Paling tidak, masyarakat tidak berkumpul lagi sementara waktu," jelasnya.

Terbukti, lanjut dia, dalam kurun waktu beberapa hari jumlah orang yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona di Aceh bertahan hanya pada angka lima orang dan tak ada penambahan jumlah.

"Dan yang meninggal dunia karena Corona hanya satu orang, berarti penerapan jam malam ini terbukti hasilnya, sudah mengerem majunya penyebaran Corona di Aceh," lanjut Teguh.

Pangdam IM, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko juga mengimbau kepada masyarakat Aceh agar tetap mematuhi kebijakan dan anjuran yang dikeluarkan pemerintah terkait dengan upaya pencegahan penyebaran virus Corona di Aceh.

"Semuanya, khususnya kita TNI, termasuk Babinsa di seluruh Aceh juga sudah diperintahkan untuk penertiban jam malam dengan cara yang humanis, kita TNI membantu pemerintah Untik mencegah penyebaran Covid 19," ungkapnya lagi.

Dirinya juga meminta masyarakat Aceh untuk tidak panik dan terlalu takut dengan Covid 19 ini namun tetap waspada, karena sebenarnya pencegahan Covid 19 sangat mudah dilakukan.

"Hanya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak dengan orang lain (sosial distancing), itu sudah mencegah. Jadi jangan takut, tetap waspada dan lakukan saja anjuran yang telah diberikan," harapnya.

"Informasi dari medis, penyebaran Covid 19 tidak melalui udara tetapi melalui kontak langsung dengan orang lain. Kita hadapi dan kita putus penyebaran virus ini, percayalah di Aceh akan segera putus Covid 19," tambahnya.

Penulis:Hafiz/Rol
Rubrik:Kodam IM

Komentar

Loading...