52 TKI Ilegal dari Malaysia Masuk Batam Lewat Nongsa, Disergap Tim Patroli Sea Rider

52 tenaga kerja Indonesia (TKI) Ilegal dari Malaysia kembali diamankan oleh Tim Patroli Sea Rider KP Baladewa-8002 di perairan Nongsa persisnya di Senggunung, kelurahan Sambau, Batam pada Senin (30/3/2020) sekira pukul 05.00 WIB. - TRIBUN BATAM/ DOK KEPOLISIAN

BATAM - Sedikitnya 52 tenaga kerja Indonesia (TKI) Ilegal dari Malaysia kembali diamankan.

Kali ini mereka diamankan Tim Patroli Sea Rider KP Baladewa-8002 di perairan Nongsa persisnya di Senggunung, kelurahan Sambau, Batam pada Senin (30/3/2020) sekira pukul 05.00 WIB.

Menurut Ipda Andi Yaser yang memimpin tim sea Rider KP Baladewa-8002 tersebut, penangkapan bermula saat timnya tengah berpatroli di perairan Nongsa.

Lalu, keberadaan speed boat yang ditumpangi dari negeri Jiran Malaysia, terlacak dari kejauhan.

"Saat itu, kami mendeteksi sebuah speed boat yang mencurigakan sedang menurunkan penumpang di daerah Senggunung," kata Andi.

Kemudian, katanya timnya langsung melakukan pengejaran, namun saat akan dilakukan penangkapan, speed boat tersebut langsung melaju dengan kecepatan tinggi dan berhasil kabur.

"Di lokasi ditemukan sebanyak 52 orang yang diduga TKI illegal terdiri dari 37 orang laki-laki dan 15 orang perempuan," jelasnya.

Tak hanya itu lanjut Andi, ternyata dilokasi juga ditemukan dua orang pria yang diduga pengurus yang bertanggungjawab terhadap ke-52 TKI ilegal tersebut.

"Sementara, dari hasil interogasi kedua pengurus itu, speed boat yang membawa TKI ilegal yang berhasil kabur itu dinakhodai oleh Wawan warga di Tanjung Uban," bebernya.

Dari tangan kedua pria itu berhasil disita beberapa barang bukti diantaranya 2 unit HP merek Xiaomi dan Oppo, 13 buah paspor dan 1 unit mobil Toyota Avanza warna silver.

Selanjutnya, kedua pengurus TKI ilegal itu diserahkan ke Satreskrim Polresta Barelang guna dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Jalani Karantina

Sebanyak 22 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pulang dari Malaysia ke Batam melalui pelabuhan tikus.

Pelabuhan tikus adalah sebutan bagi pelabuhan tidak resmi di Batam.

Mereka diamankan di perairan Nongsa, Batam, Kepri, Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Benar, mereka diamankan saat patroli petugas di sana lewat," ujar seorang petugas kepada wartawan Tribun Batam yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Para TKI ilegal selanjutnya dikarantina di sebuha rusun milik BP Batam.

Kadis Kesehatan Batam Didi Kusmajardi menegaska, 22 TKI ilegal dari Malaysia dalam kondisi sehat.

Ia mengatakan, ke 22 orang itu diinapkan disalah satu rusun milik BP Batam.

"Dikarantina ada memang 22 orang di rusun BP Batam, kondisi sehat semua," kata Didi Selasa (31/3/2020).

Sebelumnya, Kapolsek Nongsa AKP Moch Dwi Rahmadanto mengamankan 22 TKI itu.

Mereka pulang tanpa dokumen resmi. Ia mengatakan pada Sabtu (28/3/2020) polisi mendapatkan laporan masyarakat adanya TKI/PMI Ilegal yang akan pulang melalui perairan Pulau Putri Nongsa.

"Mendapat laporan langsung membentuk tim dan memantau beberapa lokasi yang diperkirakan akan dilewati TKI ilegal yang pulang dari Malaysia," katanya.

Sedangkan untuk para TKI, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) untuk pemulangan.

"Nanti usai dikarantina kita akan minta keterangan dari para korban selanjutnya akan diurus BP3TKI untuk pemulangan.

Cek Kesehatan

Akibat Malaysia terapkan lockdown, ribuan TKI pulang ke tanah air melalui Batam.

Hingga Minggu (29/3/2020), 1.372 warga Indonesia dari Singapuran dan Malaysia pulang ke tanah air melalui Batam.

Mereka pulang karena Singapura dan Malaysia juga menjadi negara yang terjangkit virus Corona.

Bahkan Malaysia menerapkan lockdown karena virus Corona.

Setiba di Batam, para WNI langsung dikumpulkan di Asrama Haji Batam Centre.

Pemerintah mewajibkan seluruh penumpang atau TKI dari Singapura dan Malaysia masuk ke Asrama Haji setibanya di Batam.

Mereka harus didata dan dicek kondisi kesehatannya mengingat Singapura dan Malaysia juga merupakan negara yang terpapar virus Corona.

Kepala Dinas Kominfo Kota Batam sebagai juru bicara di Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Azril Apriansyah mengatakan, "Kita mulai dari hari Sabtu kemarin."

Tak hanya pendataan, di Gedung Asrama haji sudah siap tim medis untuk mengecek kesehatan setiap pengunjung.

Namun bagi warga Batam dipersilahkan kembali ke rumah dan diminta untuk melakukan self isolation.

"Bagi penumpang yang transit hari itu juga melakukan perjalanan ke tempat asal dan akan dihubungi daerah asalnya untuk dikoordinasikan pemantauannya," tuturnya.

Sementara itu, lanjut Azril, jika ada penumpang yang transit tapi masih menunggu jadwal keberangkatannya akan ditampung di Asrama Haji.

Sambil nantinya saat berangkat ke daerah asal akan dikoordinasikan juga pemantauannya dengan daerah asalnya.

"Kegiatan ini akan terus berlanjut setiap hari, di mulai dari Pelabuhan hingga Asrama haji," ujarnya.

Ia menambahkan Tim Gugus Tugas Batam menyiapkan panggilan darurat atau call centre 112 jika ingin melaporkan. Tenaga kesehatan segera menindaklanjutinya, bahkan di waktu dini hari.

"Total keseluruhan kedatangan WNI dari Malaysia dan Singapura pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2020 di Kota Batam melalui pelabuhan Internasional Batam Center dan Pelabuhan Internasional Harbourbay sebanyak 1.372 orang," kata Hazril.

Adapun rinciannya, total WNI dari Singapura datang ke Batam sebanyak 50 orang.

Melalui Pelabuhan Batam center sebanyak 40 orang dan Pelabuhan Harbourbay sebanyak 10 orang.

Sementara total WNI dari dari Malaysia sebanyak 1.322 Orang. Melalui Pelabuhan Batam Center sebanyak 1.103 orang dan Pelabuhan Harborbay sebanyak 219 orang.

WNI yang menginap di Asrama Haji berjumlah 16 orang. Tidak ada gejala sakit, dan sebagian pulang Minggu (29/3/2020) dan Senin (30/3/2020) ke daerah masing-masing.

Komentar

Loading...