Masyarakat minta Pemerintah Stop Aktivitas Pengangkutan Pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya

Masyarakat Dusun Gelanggang Meurak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya memblokir pintu Gerbang PLTU Nagan Raya (17/2/2020) lalu. (Dani)

Sukamakmue, Acehportal.com Untuk mencegah penyebaran polusi debu dari aktivitas mobil truk pengangkutan untuk pembangunan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya yang menggunakan jalan nasional Medan - Banda Aceh setempat diminta dihentikan.

Terkait hal itu kini masyarakat, Dusun Gelanggang Merak, Desa Suak Puntong, Nagan Raya, telah menyurati pihak perusahaan yang terkait atas pemberhentian aktivitas pengangkutan untuk pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya tersebut.

"Sementara yang menyurati diwakili oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagan Raya, saat ini kami masyarakat tinggal menunggu persetujuan dari Bupati," kata T Haji Fakhrudin,Kepada Acehportal.com, Senin (23/3/2020).

Maka berdasarkan alasan tersebut, warga Dusun Gelanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Nagan Raya, mengambil kebijakan untuk aktivitas pengangkutan perusahaan tersebut diminta dihentikan sementara.

Alasan warga, debu dari aktivitas perusahaan PLTU sangat mengganggu kesehatan masyarakat setempat dalam berjalannya aktivitas sehari-hari. Hal ini juga kami lakukan untuk mengantisipasi dari berkembangnya wabah-wabah virus Korona di lingkungan kami,"ujarnya.

"Apalagi sekarang wilayah kita Aceh, atau Indonesia, sedang berupaya menghindari dari wabah virus Korona, maka kami warga ambil kesimpulan, aktivitas pengangkutan dihentikan dulu sementara, sampai situasi benar-benar stabil,"Tambahnya.

Fakhruddin mengatakan, untuk mencegah debu tersebar dari aktivitas truk pengangkut PLTU, sejauh ini mereka hanya melakukan penyiraman di badan jalan.Namun cara itu dinilai tidak efektif mencegah polutan debu terbang dan sampai ke kawasan penduduk.

Masyarakat berharap kepada pemerintah, agar aktivitas pengangkutan untuk pembangunan PLTU 3-4 yang menggunakan jalan nasional Medan- Banda Aceh, yang melewati rumah - rumah penduduk setempat agar diberhentikan untuk sementara, mengingat dampak debu dari aktivitas tersebut sangat menggangu bagi kesehatan warga setempat," pintanya.

Sementara itu, terkait dengan ganti rugi lahan masyarakat, Dusun Gelanggang Merak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, masyarakat dengan perusahaan yang terkait sudah gelar rapat yang kedua, keputusannya pihak perusahaan bersedia melakukan pembayaran ganti rugi lahan itu.

Dikatakannya, Untuk sementara pihak perusahaan sudah melakukan pembayaran administrasi sebanyak 50 persen, dan bukan termasuk biaya ganti rugi lahan, sedangkan PLTU 1-2 belum mengeluarkan biaya sama sekali, namun uangnya sudah disediakan tinggal menunggu penetapan harga oleh Kantor Jaksa Pelayanan Publik (KJPP).

"Jadi masyarakat hingga kini masih menunggu penetapan harga yang nantinya dilakukan oleh KJPP, dan katanya akan dilaksanakan dalam Minggu ini, namun, jika pihak perusahaan yang terkait tidak sesuai dengan pembayaran atau dengan tempo waktu yang telah ditetapkan, maka masyarakat akan menutup kembali pintu masuk dan pintu keluar PLTU 1-2,"tandasnya

Penulis:Dani
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...