Jadi Calo PNS, Seorang Guru di Bener Meriah Ditangkap Polisi

Tersangka dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh (Hafiz)

Banda Aceh, Acehportal.com - Seorang guru yang berstatus sebagai PNS di Bener Meriah ditangkap personel Unit Pidum Sat Reskrim Polresta Banda Aceh pada 10 Maret lalu atas penipuan yang dilakukan.

Tersangka yang diketahui berinisial P ini telah menipu korbannya dengan menjanjikan dapat mengurus penerimaan PNS tahun 2015 silam.

Selang beberapa tahun tak terbukti, hal ini kemudian dilaporkan oleh korbannya pada akhir 2019 lalu ke SPKT Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, tersangka P ditangkap di rumahnya di Bener Meriah setelah polisi melakukan penyelidikan.

Kasus ini berawal saat korban yang ingin anaknya masuk PNS. Korban lalu dikenalkan oleh Suhendri (saksi) yang merupakan rekan dari tersangka P.

"Korban dan pelaku selama ini menjalin hubungan via handphone dan tidak pernah bertemu," ujarnya di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (19/3/2020) yang didampingi Kanit Pidum, Ipda Hardimas dan Kasubbag Humas, Iptu Hardi.

Sejak pertama kenal dengan tersangka, korban diminta untuk memberikan sejumlah uang. Uang ini dikirimkan korban ke tersangka via transfer yang nilainya mencapai Rp 63,6 juta.

"Uang ditransfer beberapa tahap dengan jumlah berbeda dengan total Rp 63,6 juta tetapi anak korban tidak lulus PNS sehingga dilaporkan ke Polresta Banda Aceh," katanya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 10 slip setoran uang, handphone, buku rekening dan empat lembar print out.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," jelas Taufiq.

Sementara, Ipda Hardimas mengatakan, hingga saat ini dari hasil penyelidikan baru diketahui hanya satu orang yang menjadi korban tersangka.

Tersangka P sendiri, berjanji kepada korban akan menjadikan anaknya sebagai PNS di Langkat, Sumatera Utara.

"Kenapa selama ini tidak pernah bertemu, tersangka P beralasan karena sedang mengurus anak korban jadi PNS," kata Kanit.

Saat ditanya jumlah uang yang diperoleh, ia mengatakan bahwa uang itu telah habis digunakan tersangka P untuk membayar utang-utangnya termasuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Dua tahun terakhir ada beberapa kasus yang ditangani dengan modus seperti ini, diharapkan masyarakat tidak mudah percaya dan tertipu sehingga tidak ada lagi kejadian ini," ungkapnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...