BI: Aceh Miliki Potensi Ekonomi Besar serta SDM Berkualitas

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud bersama Kepala BI Aceh, Zainal Arifin Lubis (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Dengan didampingi staf khususnya, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar mengunjungi Kantor Bank Indonesia Provinsi Aceh, Senin (16/3/2020).

Kedatangan Wali Nanggroe ini disambut langsung Kepala Bank Indonesia Aceh, Zainal Arifin Lubis yang didampingi deputinya, T Munandar.

Kunjungan Wali Nanggroe ke BI Aceh itu dalam rangka bersilaturrahmi dan memperkuat sinergisitas dan kolaborasi antara Lembaga Wali Nanggroe dengan Bank Indonesia.

Sehingga, kehadiran kedua lembaga tersebut di Aceh dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang optimal kepada masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam ini, berbagai isu didiskusikan diantara terkait ekonomi, investasi, pendidikan serta adat budaya dan keagamaan.

Mengawali diskusi, Zainal Arifin menyebutkan, Aceh memiliki potensi ekonomi yang besar serta memiliki SDM berkualitas yang tersebar di berbagai instansi atau lembaga.

"Namun sayangnya, kekuatan yang dimiliki Aceh masih terpencar-pencar (scattered), sehingga perlu disinergikan agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Arifin memandang, Lembaga Wali Nanggroe sebagai sebuah lembaga pemersatu masyarakat Aceh dengan independensi yang dimilikinya memiliki peran yang strategis untuk menghimpun berbagai kekuatan yang ada agar dapat melangkah bersama mengembalikan kejayaan yang pernah dimiliki Aceh di masa lalu.

Arifin juga menyatakan, prinsip syariah yang diterapkan di Aceh, dapat menjadi daya tarik dan keunggulan tersendiri dalam menarik investasi dan pengembangan ekonomi syariah di Aceh.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam ekonomi Islam diharapkan dapat mewujudkan Aceh yang bebas korupsi, govern dan transparan. Apabila ini terwujud, maka investor akan tertarik datang ke Aceh, mengingat sumber daya alam yang dimiliki Aceh sangat potensial untuk dikembangkan," ungkapnya.

Kedatangan investor yang bergerak di sektor riil, lanjutnya, diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaaan lapangan pekerjaan, penambahan penerimaan daerah serta adanya nilai tambah (value added) bagi perekonomian Aceh.

"Untuk memperbaiki perekonomian Aceh juga diperlukan peningkatan kualitas SDM Aceh, utamanya dari sisi karakter. Dengan tantangan ekonomi kedepannya yang akan semakin kompleks, dibutuhkan SDM Aceh yang berkualitas dan berkarakter," tegas Arifin.

Sementara itu, Wali Nanggroe mengatakan, selama ini banyak pihak yang telah menjumpainya, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri untuk membicarakan mengenai program ekonomi yang dapat diimplementasikan di Aceh.

"Fakta ini menunjukkan Aceh memiliki daya tarik bagi para pengusaha atau investor lokal dan asing. UU Pemerintahan Aceh yang memberikan kekhususan bagi Aceh terhadap bidang-bidang tertentu, kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan rakyat," jelas Malik Mahmud.

Dengan status sebagai lembaga negara yang netral dan memiliki kapasitas yang besar, Wali Nanggroe pun berharap agar BI dapat memainkan perannya sesuai kewenangan yang dimiliki serta menjadi fasilitator dalam mewujudkan sinergisitas dan kolaborasi antar berbagai elemen di Aceh.

Sedangkan Staf Khusus Wali Nanggroe, Mohammad Rafiq mengatakan, keberadaan perusahaan atau industri yang sudah ada maupun yang akan berdiri di Aceh harus dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Aceh.

Diantaranya, dalam hal menambah penerimaan daerah dari pajak atauzakat, serta menggerakkan roda perekonomian melalui optimalisasi perputaran uang di Aceh yang bersumber dari dana yang dikelola perusahaan itu yang ditempatkan pada lembaga keuangan di Aceh.

"Menghadapi permasalahan kemiskinan yang masih menjadi PR bersama stakeholders di Aceh, diperlukan berbagai upaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara struktural," tambah dia.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat bahwa Lembaga Wali Nanggroe dan BI Aceh akan senantiasa berkolaborasi dengan melibatkan juga pihak terkait lainnya.

Hal ini agar program pengembangan ekonomi Aceh dapat berjalan secara terarah, terintegrasi dan berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...