Jual Batu Merah Delima Palsu hingga Ratusan Juta, Komplotan Penipu Ditangkap

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq beserta Kanit Pidum, Ipda M Hadimas dan Kasubbag Humas, Iptu Hardi saat konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Kamis (5/3/2020).

Banda Aceh, Acehportal.com - Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap komplotan penipu yang berjumlah empat orang setelah selama ini beraksi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Komplotan penipu itu berjumlah empat orang yang mana mereka melancarkan aksinya dengan menjual batu akik jenis merah delima palsu yang harganya mencapai hingga ratusan juta.

Penangkapan para pelaku dilakukan petugas setelah menerima laporan dari sejumlah korbannya yang tertipu. Dikatakan, batu akik jenis merah delima itu membawa kesaktian yang dapat menggandakan uang dari hasil penjualan.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq beserta Kanit Pidum, Ipda M Hadimas dan Kasubbag Humas, Iptu Hardi saat konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Kamis (5/3/2020).

"Keempat pelaku berasal dari Pekanbaru, Batam dan Sumatera Utara yang telah melakukan penipuan terhadap korbannya, ditangkap di sebuah penginapan di kawasan Ajun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (2/3/2020) malam," ujarnya.

Keempat pelaku berinisial AA (29), FA (45), BH (48) dan AM (54) yang memiliki peran berbeda-beda untuk meyakinkan para korban untuk membeli batu merah delima palsu yang mereka pertunjukan kepada korban.

Trisno pun menceritakan bagaimana cara kerja para pelaku melakukan aksinya sehingga beberapa warga menjadi korban penipuan tersebut.

"Pelaku awalnya menemui salah satu korban berpura-pura menanyakan alamat seseorang untuk menawarkan batu merah delima, lalu datang dua pelaku lain berpura-pura tidak mengenal dan bergabung membahas penjualan batu delima itu dengan perjanjian apabila batu terjual korban akan mendapatkan keuntungan," jelasnya.

Namun, korban tidak mau karena merasa bukan haknya dan meski demikian pelaku tetap meyakinkan korban untuk kembali ke rumahnya dan mengambil uang sebesar Rp 10 juta, emas satu mayam dan satu handphone sebagai syarat penggunaan batu merah delima.

Setelah korban mengambil barang-barang tersebut, korban kembali ke lokasi awal dan dengan menggunakan mobil Toyota Kijang Inova milik pelaku. Korban bersama tiga orang pelaku menuju ke masjid sebagai syarat mengaktifkan ilmu yang ada dalam batu itu.

"Disini korban diperintahkan oleh pelaku untuk beribadah di masjid dengan tujuan untuk mengaktifkan ilmu atau kesaktian yang ada di dalam batu merah delima tersebut, setelah selesai ibadah korban menyadari pelaku sudah pergi menggunakan mobil yang digunakan tadi," ungkapnya.

Para korban pun mengalami kerugian yang berbeda dengan total keseluruhan berjumlah 500 juta sesuai dengan beberapa laporan polisi yang ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh.

*Cara Para Pelaku Membujuk Korban dengan Hadirkan Pembeli dari Malaysia

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto juga mengatakan, ada tiga laporan polisi yang ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh disamping adanya para korban lainnya yang belum melaporkan kejadian itu.

Trisno menceritakan, kejadian pertama terjadi pada Senin (3/2/2020) sekitar jam 08.00 WIB, korban yakni Wagimin (68) berada di rumah di Gampong Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

"Tiba-tiba, datang pelaku AA yang menanyakan alamat seseorang kepada korban. Korban sendiri tidak mengenal orang terhadap alamat yang ditanyakan oleh pelaku AA," kata Trisno.

Selanjutnya, salah satu teman dari Aa yang berpura-pura sebagai orang yang dicari oleh pelaku menghampiri keduanya seraya mengatakan "Ada apa dik?", sementara itu AA menjawab "Tidak pak, saya mau menjual batu merah delima ini", terang Trisno menirukan gaya bicara pelaku.

Rekan pelaku yang mengaku bernama Tando mengatakan kepada pelaku AA bahwa ada orang dari Malaysia yang ingin membeli barang itu (ternyata FA yang dimaksud) dengan harga yang mahal.

Beberapa saat kemudian, AA dan Tanda menjumpai FA di depan Bank Mandiri Unit Ketapang. Disitulah, mereka mengatur strategi lagi agar yang harus membeli itu adalah Wagimin.

Bujuk rayu para pelaku hingga Wagimin harus melepaskan mobilnya untuk dijual kepada orang lain dengan harapan mendapatkan batu merah delima yang ditawarkan para pelaku seharga Rp 60 juta.

Usai mendapatkan uang sebesar Rp 60 juta dari hasil penjualan mobil milik korban dilanjutkan dengan penyerahan uang kepada para pelaku serta diharuskan untuk melaksanakan salat sunat di masjid yang ada di Gampong Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar dengan harapan kesaktian dari batu itu berfungsi.

Sementara, para pelaku mengatakan menunggu di luar masjid. Namun, alhasil pelaku melarikan diri membawa uang dari korban senilai Rp 60 juta.

Trisno Riyanto kembali menceritakan, kasus kedua yang terjadi Minggu (1/3/2020) kemarin yang dialami oleh Akman (62) yang berprofesi sebagai nelayan dengan kerugian sebesar Rp 10 juta.

"Korban yang sedang mengambil uang pensiunan orang tuanya di BRI Unit Keutapang sekitar jam 10.00 WIB dihampiri para pelaku seraya menanyakan alamat tempat pengajian yang terdekat dari bank BRI itu," kata Trisno.

Pelaku menanyakan harta kekayaan korban dan menawarkan batu merah delima seharga empat mayam emas murni sebagai mahar untuk pembayaran satu buah batu merah delima.

Korban yang sudah tergiur dengan rayuan para pelaku akhirnya kembali ke rumahnya untuk mengambil emas dan menjumpai para pelaku di sebuah halte yang ada di kawasan Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh untuk memberikan emas itu kepada pelaku.

"Lalu pelaku memberikan sebuah batu merah delima dan pelaku menyarankan kepada korban untuk salat sebelum dibuka bungkusan yang berisi batu merah delima itu. Setelah salat, korban membuka bungkusan itu ternyata batu merah delima palsu," ungkapnya lagi.

Kejadian ketiga, cerita mantan Kabag Binkar Polda Aceh ini, dialami oleh Zainal Arifin (54) warga Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh yang mengalami kerugian hampir Rp 13 juta.

"Pelaku menemui korban dengan alasan menanyakan alamat seseorang dengan berakhir penawaran batu merah delima yang dapat membawa keuntungan besar dialami warga Mibo Banda Aceh," katanya.

Setelah transaksi dengan berbagai upaya meyakinkan korban ini, tanpa diketahui pelaku, korban membawa anaknya dan melihat para pelaku menggunakan mobil Innova bernomor polisi A 1172 WW.

Korban bersama para pelaku mengarah ke masjid yang ada di Kuta Alam, Banda Aceh untuk melaksanakan salat sunat agar benda itu berfungsi sebagaimana yang dikatakan para pelaku.

Namun, korban ditinggalkan oleh pelaku dan membawa uang milik korban senilai Rp 10 juta, satu mayam emas murni dan satu unit handphone.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti belasan kendi warna emas, enam batu merah delima mainan yang menggunakan baterai dan lampu, pembungkus kain, kaca mata, penutup kepala dan lainnya.

Kapolresta juga mengatakan, target yang diincar para pelaku merupakan pria berumur karena diyakinkan akan terpengaruhi oleh pekerjaan yang dilakukan para pelaku.

"Saat ini para pelaku mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan  dijerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara," tambah dia.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...