Kelompok Penagih Hutang Mengadu ke Dewan Terkait Tindakan Bupati Aceh Barat dan Ajudannya

Sekolompok Masyarakat yang mengaku penerima kuasa dari Akrim (pemilik uang) melaporkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat (DPRK)

Meulaboh, Acehportal.com - Sekolompok Masyarakat yang mengaku penerima kuasa dari Akrim (pemilik uang) melaporkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat (DPRK), mereka memohon kepada dewan jangan hanya diam secepatnya merespon kejadian kriminal terhadap Tengku Zahidin, yang diduga dilakukan oleh Bupati Aceh Barat Ramli MS bersama Ajudannya di pendopo, pada Selasa (18/2/2020) lalu.

Kedatangan sekelompok penagih utang kepada Bupati Ramli pasca kejadian itu, di sambut Wakil ketua I DPRK Aceh Barat Ramli,SE bersama sejumlah anggota dewan lainnya, di ruang sidang komisi lantai II gedung dewan setempat.

Perwakilan kelompok Masyarakat Safrizal kepada wartawan Jumat (21/2/2020) mengatakan, tujuan mereka ke dewan,  melaporkan terkait alasan mereka datang ke pendopo pada saat itu, ingin mempertanyakan kejelasan terkait utang piutang yang di pakai oleh Bupati Aceh Barat pada pasca pelantikan tahun lalu.

"karena dalam surat kuasa dan bukti kwitansi utang saat datang sebelumnya Bupati menulis arahan diatas surat tersebut  disuruh Menghadap Sekda," kata Safrizal pada saat memberi penjelasannya di dalam ruang rapat dewan setempat.

Dikatakannya, setelah menerima arahan dari Bupati  Ramli MS, maka sekelompok penerima kuasa menagih ke sekda, setelah berjumpa dengan sekda Adonis, terdapat kesimpulan bahwa itu bukan utang pemerintah Aceh Barat. Adapun demikian nanti hari Senin akan dimusyawarah dengan para kepala dinas dilingkungan pemerintah setempat," jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, setelah para kadis duduk dengan sekda, kami dipanggil kembali dan akhirnya disampaikan bahwa para kepala dinas mengatakan bukan wewenang pemerintah mengembalikan utang pribadi Ramli yang diteken ketua komite Peralihan Aceh ( KPA) saat itu, jelas wakjal, begitu panggilan akrabnya.

Dasar kesimpulan tersebut maka kelompok penagih hutang kembali ke pendopo Selasa sore (18/2/20)  dengan tujuan ingin meminta kejelasan dan arahan selanjutnya, dalam diskusi dengan Bupati Ramli, ketua rombongan kami, yakni, Tengku Zahidin sebelum kejadian pemukulan meminta agar Bupati tidak besar suara dan tidak memegang badannya, dan ketika itu lalu mereka berdiri bersama terjadilah pemukulan hingga korban harus dirawat intensif.

Selain itu Tengku Woyla, kepada Dewan secara tegas mengatakan, kedatangan rombongan sore itu bukan untuk berkelahi namun ingin meminta penjelasan dan arahan lanjutan, namun yang terjadi rombongan kami di pukul, dasar itu kami keberatan dan memohon kepada DPRK tidak diam, secepatnya dapat merespon tindakan kriminal tersebut.

Setelah mendengar laporan tersebut wakil ketua I DPRK Aceh Barat Ramli,SE dihadapan forum secara tegas mengatakan sudah menerima laporan dari Masyarakat dan akan segera melaporkan ke pimpinan untuk diambil langkah lanjutan

" Laporan sudah kami terima, tolong dokumen laporan ke Polda dan bukti utang yang dijanjikan dibayar dengan proyek APBK 2018 diserahkan satu exs ke Dewan" harapnya.

Kami respon kasus ini, kita akan cari bukti apa benar bupati memukul, dan kita juga nanti akan  melakukan koordinasi dengan pihak Reskrim Polda Aceh karena kasus tersebut telah diambil alih ke sana," kata Ramli MS.

Selain itu ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat Ahmad Yani juga menegaskan, kami tidak tinggal diam dalam kasus kriminal tersebut, namun semua akan kita duduk kembali bersama pimpinan dan fraksi, mohon bersabar,"pintanya.

Penulis:Dani
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...