BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 18 Kilogram Sabu di Aceh

Banda Aceh, Acehportal.com- Sinergi Bea Cukai Aceh dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggagalkan peredaran narkotika di wilayah Aceh. Kali ini, tim gabungan menyita 17 bungkus teh China berisi sabu seberat 18,1 kilogram dan 8 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 770 gram.

Selain mendapatkan barang bukti sabu, tim gabungan juga mengamankan lima orang tersangka. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Isnu Irwantoro, Senin (17/2/2020).

"Pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata upaya yang secara terus-menerus dilakukan pemerintah dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman bahaya narkotika," ujar Isnu.

Pengungkapan peredaran gelap sabu di wilayah Aceh kali ini, dilakukan oleh Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Kuala Langsa, BNN dan BNNK Langsa. Penindakan yang dilakukan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran sabu asal Malaysia melalui perairan Aceh.

"Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 20.30 WIB, tim gabungan menangkap seorang tersangka berinisial F yang sedang melintas di wilayah Gampong Puedawa Puntong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Saat digeledah, petugas menemukan 5 bungkus teh China dalam jok motor yang diketahui isinya berupa sabu," ungkapnya.

Tak berhenti di situ, tim kembali melakukan pengembangan kasus untuk meringkus barang bukti yang masih tersisa. Petugas kemudian menangkap seorang tersangka lainnya berinisial NT dan menggeledah rumahnya di wilayah Dusun II Blang Gadeng, Aceh Timur.

"Dari situ petugas menemukan sabu di bawah tempat tidur yang dikemas dalam 12 bungkus teh China dan 8 bungkus plastik bening. Tim kemudian berupaya mencari pengendali jaringan ini dan mengamankan dua tersangka berinisial MT dan N, Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 00.30 WIB di daerah Peureulak Barat, Aceh Timur," jelasnya.

Satu jam berselang, petugas juga menangkap seorang tersangka lain berinisial BMA yang merupakan kurir yang mengambil sabu tersebut untuk diserahkan ke tersangka F yang sudah ditangkap sebelumnya.

Dari pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan sabu dalam 17 bungkus plastik teh China seberat 18,1 kilogram dan 8 bungkus plastik bening sabu seberat 770 gram. Selain itu, juga diamankan barang bukti lain seperti kartu identitas, motor yang digunakan sebagai sarana transportasi kurir narkoba dan handphone.

"Hingga saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap seorang tersangka berinisial N yang merupakan oknum yang memerintah tersangka F untuk mengambil narkotika," kata Isnu.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa kasus ini telah diungkapkan ke media massa dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bea Cukai Jakarta, Senin (17/2/2020) siang tadi.

Dalam kegiatan itu, hadir Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pusat DJBC, B. Wijayanta B.M, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, Kepala Bidang P2 Kanwil Bea Cukai Sumut, Sodikin dan Kasi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil Bea Cukai Aceh, Khrisnawan Sigit Santoso.

Dalam konferensi pers ini, gabungan petugas juga mengungkapkan keberhasilan penggagalan peredaran gelap narkotika di wilayah Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara pada Kamis (13/2/2020) dengan menyita 15 bungkus sabu seberat 16,08 kilogram dan 1 bungkus ekstasi sebanyak 2.000 butir.

"Atas penindakan ini, petugas gabungan setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 82.000 (delapan puluh dua ribu) anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika. Sedangkan perbuatan para tersangka dapat diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," bebernya.

Penindakan secara kontinyu dan masif yang dilakukan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lain, tambah dia, merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika.

"Bea Cukai berharap agar masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menginformasikan kepada pihak yang berwenang jika menemukan kegiatan mencurigakan khususnya terkait peredaran narkotika," tutupnya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...