Dari Dalam Rutan, Napi Ini Peras Siswa di Banda Aceh

Kasat Reskrim, AKP M Taufiq menggelar konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh

Banda Aceh, Acehportal.com - Seorang narapidana berinisial MRJ alias Koko yang kini masih menjalani hukuman di Rutan Kajhu, Aceh Besar, kembali berurusan dengan hukum. Pasalnya, ia memeras serta mengancam seorang siswa di Banda Aceh yakni MPA (14).

Pengancaman serta pemerasan yang dikendalikan oleh MRJ alias Koko ini dilakukan melalui media sosial Instagram. Ia pun ditangkap di rutan setempat pada 7 Februari lalu usai polisi menerima laporan yang dibuat rekan serta pihak keluarga korban.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, tersangka MRJ meminta sejumlah uang kepada korban yang diancam akan dipukul serta dianiaya nantinya jika permintaan yang diajukan tak dipenuhi.

"Pelaku warga Banda Aceh, menjalani hukuman atas kasus pencurian dan memang dikenal pernah terjerat beberapa kasus lain. Pelaku dan korban hanya kenal di medsos," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (14/2/2020).

Korban yang jiwanya merasa terancam pun akhirnya berupaya memenuhi permintaan MRJ dengan memberikan uang senilai Rp 400 ribu. Uang itu, nantinya akan diambil oleh rekan MR yakni RA yang kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banda Aceh.

"Ini diketahui oleh beberapa rekan korban dan petugas kita sehingga langsung bertindak dan menangkap RA, ternyata diketahui MRJ yang menyuruh RA. MRJ mengaku ini dilakukan untuk kebutuhan ekonomi di dalam rutan," ungkapnya didampingi Kasubbag Humas, Iptu Hardi dan Kanit Tipidter, Ipda Subihan.

Pihaknya menduga, ada banyak anak yang menjadi korban pemerasan serta pengancaman ini dengan modus yang sama. Dari hasil penyelidikan, diketahui uang hasil kejahatan MRJ alias Koko diakumulasi berjumlah jutaan rupiah.

"Dalam kasus ini kita amankan sebuah handphone yang digunakan pelaku serta uang tunai Rp 400 ribu yang diserahkan korban, ada barang bukti lainnya," kata Kasat.

Pihaknya pun saat ini masih mendalami bagaimana cara MRJ bisa menggunakan handphone dalam rutan, meski menurut pengakuannya bahwa handphone itu milik rekannya.

"Masih kita dalami lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara, termasuk pengancaman," tegasnya.

Sementara, MRJ alias Koko mengaku bahwa kejahatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan di dalam rutan seperti untuk ngopi dan rokok serta kebutuhan lainnya. Saat ditanya apakah Koko ada menyetorkan sejumlah uang bagi petugas rutan, ia mengaku hal itu tidak ada.

"Korban ada beberapa orang, tidak ingat, handphone milik teman dimasukkan ke dalam rutan. Tidak ada setoran cuma untuk kebutuhan di dalam," kata pemuda yang telah menjalani hukuman selama satu tahun di Rutan Kajhu, Aceh Besar ini.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...