Usut Tuntas Kasus Pengancaman Wartawan

Mahasiswa UTU Demo Mapolres Aceh Barat

Mahasiswa UTU Aceh Barat melakukan aksi demo di Mapolres setempat, Rabu (29/1/2020).

Meulaboh, Acehportal.com- Puluhan mahasiswa dari fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Teuku Umar (Fisip- UTU) menggelar aksi solidaritas dan mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengancaman dan intimidasi terhadap wartawan.

Aksi tersebut berlangsung didepan pintu gerbang Kapolres Aceh Barat, pada Rabu (29/1/2020), dan terlihat aksi juga membentangkan spanduk sebagai bentuk protes mereka terhadap pihak kepolisian yang bertuliskan "tindak tegas pengancaman dan intimidasi terhadap Jurnalis.

“Kami juga mendesak polisi agar pelaku dijerat dengan delik Undang-Undang nomor 40 Tahun 1990, bukan dengan KUHP Pasal 335,” kata Koordinator Aksi Hidayatullah dalam orasinya.

Dijelaskannya, aksi yang dilakukan para mahasiswa ini merupakan bentuk kecaman dan kritik terhadap tindakan perbuatan oleh salah satu pengusaha di Aceh Barat, yang sudah melakukan tindakan premanisme terhadap seorang pewarta atau jurnalis di daerah ini bahkan menodong senjata api kepada korban.

Menjelang satu jam setelah aspirasi aksi disampaikan, pihak kepolisian yang diwakili oleh Kasat Reskrim menanggapi tuntutan mereka, namun tanggapan tersebut dinilai sangat bertele-tele sehingga terkesan seperti ada yang disebunyikan dari publik terkait kasus pengancaman tersebut.

“Kami merasa kasus ini sangat bertele-tele didalami oleh kepolisian. Jika tidak diusut tuntas, kita bisa yakinkan untuk kedepan wartawan tidak bisa lagi bebas menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Mereka para aksi, meminta kepada pihak kepolisian untuk bersikap profesional dan netral dalam mengusut kasus pengancaman tersebut, apalagi peran jurnalis itu sangat dibutuhkan dalam menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini diharapkankannya pihak kepolisian segera usut tuntas kasus tersebut.

Dikatakannya, jika kasus ini dapat diusut tuntas oleh pihak Polres Aceh Barat secara profesional setelah aksi ini, mereka tidak akan membawa perkara pengancaman ini ke Polda Aceh. Tetapi, apabila kasus tersebut masih saja bertele-tele, maka dipastikan mahasiswa akan membawa hingga ke Polda Aceh bahkan hingga Mabes Polri.

“Yang pastinya, kita sangat berharap Polres Aceh Barat dapat mengusut tuntas kasus pengancaman kasus wartawan ini, namun jika tidak diusut tuntas terutama kita akan mengawal ke Polda dulu baru ke Mabes Polri,”tuturnya.

Penulis:Dani
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...