Selain Menindak, Polres Aceh Utara Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Jalur Tikus dan Pesisir

Lhoksukon, Acehportal.com - Selain melaksanakan penegakan hukum atas kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi di wilayah hukum Aceh Utara, Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara juga kerap melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan dampak hukum bagi penggunanya atau para penyalahguna.

Sosialisasi ini, biasanya dilakukan di wilayah pesisir atau pun wilayah yang terindikasi sebagai jalur tikus para pemasok narkoba, seperti yang dilaksanakan di Kecamatan Seunudon, Aceh Utara. Dimana, dalam kecamatan tersebut terdapat 33 gampong.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian melalui Kasat Resnarkoba, AKP M Daud mengatakan, pemberian sosialisasi ini dilakukan pihaknya setiap hari Senin selama tiga minggu. Setiap pelaksanaannya dilakukan di kantor camat setempat dengan dihadiri perwakilan 11 gampong setiap satu kali pertemuan.

"Per gampongnya diwakili oleh 5 orang. Ini merupakan kerja sama antara Sat Resnarkoba dengan keuchik beserta perangkat gampong di kecamatan itu yang difasilitasi oleh muspika kecamatan setempat," ujarnya Senin (27/1/2020).

Menurutnya, kegiatan seperti itu sangat memotivasi masyarakat. Bahkan, masyarakat juga sangat mengharapkan pencerahan yang lebih agar mereka beserta keluarga bahkan hingga lingkungan dapat terjauh dari narkoba dan peredarannya.

"Masyarakat juga mengaku siap dalam mencegah dan memberantas narkoba sehingga generasi muda dapat berprestasi dan menjadi harapan keluarga serta bangsa dan negara," katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, lanjut M Daud, timbul satu kesepakatan dari masyarakat untuk menolak narkoba. Bahkan, masyarakat mengaku siap untuk ikut membantu serta mendukung kepolisian dalam hal memberantas narkoba yang ada di Aceh, khususnya di wilayah Aceh Utara.

"Pesan yang kita sampaikan ke masyarakat seperti tiga dampak pengaruh narkoba terhadap keluarga dan lingkungan, diri sendiri dan hukum dapat diatasi dengan kesatuan dan persatuan masyarakat untuk kompak melarang atau bahkan mengusir para pendatang untuk tidak memasukkan narkoba di wilayah mereka," jelasnya.

"Bahkan, membenci mereka (para pendatang yang memasukkan narkoba ke wilayah) dan bersedia melaporkannya ke aparat kepolisian bila ada pelaku narkotika di wilayah atau gampong mereka masing-masing," tambahnya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...