DPD RI: Budaya Peduli Sampah Perlu Dipercepat

Ketua Delegasi Komite II DPD RI, Abdullah Puteh bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek

Banda Aceh, Acehportal.com - Rombongan Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Republik Indonesia melakukan pertemuan dengan Pemerintah Aceh dalam rangka menerima masukan dan rekomendasi terkait penyempurnaan Undang Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengololaan sampah.

Ketua Delegasi Komite II DPD RI, Abdullah Puteh mengatakan budaya peduli sampah akan masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan atas UU No. 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

"Maka dari itu perlunya mempercepat budaya peduli sampah sehingga dengan sadar sampah kita tidak akan membuang sampah sembarangan lagi," kata Abdullah Puteh di Banda Aceh, Selasa, (28/1/2020).

Ia berharap, dengan adanya budaya peduli sampah kesadaran terhadap menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dapat terwujud.

Selain itu, kata Puteh, Perusahaan yang ada di Aceh juga perlu digerakkan dalam pengelolaan sampah. Supaya nantinya Perusahaan-perusahaan ini dapat mencecah sampah yang dianggap berbahaya menjadi ladang keuntungan secara bisnis.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, menilai Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah perlu direvisi dan dipertegas penerapannya. Hal itu sebagai salah satu cara terbaik untuk mengontrol penimbunan sampah yang berlebihan.

"Secara substansi UU tersebut sudah cukup baik dengan mencantumkan mekanisme infrastruktur dalam peggelolaan sampah dan kerja sama," ujarnya.

Namun demikian, menurut Dadek, masih ada kekurangan pasal-pasal yang mengatur bagaimana menumbuhkan budaya hidup bersih di kalangan masyarakat Indonesia khususnya Aceh.

Dadek menginginkan dalam revisi UU itu, beberapa rekomendasi dari Pemerintah Aceh bisa dimasukkan. Di antara rekomendasi pihaknya adalah perlunya keterlibatan pihak swasta dalam mengelola sampah, sehingga sampah yang awalnya berbahaya dapat diubah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Di samping itu, upaya peningkatan budaya peduli sampah di kalangan masyarakat juga perlu untuk terus ditingkatkan.

“Menumbuhkan budaya bersih harus dipercepat, masalah infrastruktur bisa dibangun banyak namun jika budaya bersih masih kurang sama saja. Budaya ini yang perlu dijaga dan di kembangkan dan itu semua harus dimulai dari kita sendri,” kata Dadek

Sementara terkait keikutsertaan pihak swasta dalam mengelola sampah perlu didukung dengan regulasi yang tegas dari pemerintah pusat. “Kebijakan di pusat yang tepat akan memengaruhi yang di daerah juga," kata Dadek

Penulis:Dedi
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...