Gakkum Kementerian LHK Tangkap Pelaku Perburuan dan Perdagangan Orangutan

Banda Aceh, Acehportal.com- Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Seksi Wilayah I, Ditjen Gakkum KLHK menahan seorang pemuda berinisial DP (23) selaku pedagang satwa dilindungi. Selain itu, petugas juga mengamankan seekor orangutan yang diburu sebagai barang bukti.

Pelaku dan barang bukti ini diamankan dalam operasi pengamanan di Dusun Aruldeng, Gampong Pining, Gayo Lues pada 22 Januari kemarin. Penangkapan ini dilakukan berawal dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat.

"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah menyampaikan informasi dan menghargai kepedulian masyarakat yang ikut mengawasi perburuan maupun perdagangan satwa dilindungi," ujar Kepala Balai Gakkum Sumatera, Eduward Hutapea melalui rilis yang disampaikan Sabtu (25/1/2020).

"Kami mengimbau semua pihak untuk tidak terlibat dalam perburuan dan perdagangan satwa dilindungi, seperti orangutan yang populasinya semakin menurun," katanya lagi.

Setelah sempat dibawa ke Banda Aceh, saat ini tersangka DP pun sedang diminta keterangan lebih lanjut. Karena kondisi orangutan yang diamankan dalam keadaan lemah dan stres, petugas membawanya ke Karantina Orangutan Sumatera, di Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara untuk perawatan. Petugas juga masih berkoordinasi dengan Polda Aceh untuk proses penegakan hukum selanjutnya.

“Orangutan adalah satwa yang secara genetika paling mirip dengan manusia dibandingkan dengan satwa lainnya semakin terancam keberadaanya, saya kira ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya," ungkap Eduward.

Untuk diketahui, DP ditangkap petugas di Jalan Pining Pasir Putih, Jembatan Pasir Putih, Dusun Aruldeng, Gampong Pining, Gayo Lues dalam operasi pengamanan peredaran yang dilaksanakan pada tanggal 22 Januari kemarin.

Petugas mengamankan satu individu orangutan sebagai barang bukti. Selain itu, dari tangan DP juga ditemukan peralatan berupa celurit serta parang.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyampaikan ada warga Gampong Pining, Gayo Lues yang memiliki dan berupaya menjual (menawarkan) orangutan hidup. Kemudian, petugas menelusuri lokasi dan menyergap para pelaku.

"Satu orang pelaku yaitu DP ditangkap, satu pelaku lainnya melawan dan  melarikan diri. Saat ini petugas masih mencari pelaku yang kabur. Petugas mengamankan pelaku ke Banda Aceh untuk dimintai keterangan dan berkoordinasi dengan Polda Aceh perihal proses penegakan hukum selanjutnya," ungkapnya.

Atas kasus ini, pelaku dikenakan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a jo Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia  Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa jo Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20 /MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

"Pelaku terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta," tambahnya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...