Pura-pura Pergoki Istri Selingkuh, Pasutri di Banda Aceh Bersekongkol Peras Korbannya

Ist

Banda Aceh, Acehportal.com- Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial RR (47), warga Banda Aceh dan CM (33), warga Pidie ditangkap personel Unit Pidum Sat Reskrim Polresta Banda Aceh di Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2020) kemarin.

Pasalnya, kedua pelaku ini melakukan pemerasan terhadap korbannya dengan modus berpura-pura menangkap sang istri sedang berselingkuh. Padahal, hal ini telah disepakati sebelumnya oleh pasangan suami istri ini.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq mengatakan, korban yang berinisial THM, warga Banda Aceh, dituduh oleh RR telah melakukan mesum dengan CM. Karena, saat itu THM dan CM sedang berada di sebuah penginapan di Banda Aceh.

"Pada Rabu (4/12/2019) siang, korban THM dihubungi oleh CM (isteri siri RR) dan mengajak untuk chek in di penginapan, kemudian THM menjemput CM di Gampong Lamdom, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh menggunakan mobil dan menuju penginapan tersebut," ujarnya Kamis (23/1/2020).

Setiba di penginapan, keduanya masuk ke dalam kamar dan tiba-tiba tersangka RR memergoki THM dan CM di dalam kamar seraya memaksa korban THM untuk memberikan sejumlah uang sebagai catatan damai karena sudah melakukan mesum dengan tersangka CM.

"Sementara, korban tidak memiliki uang sesuai dengan permintaan tersangka RR dan korban THM menyerahkan mobil miliknya kepada kedua tersangka dengan membuatkan satu lembar kwitansi," kata Kasat Reskrim.

Tiga hari kemudian, korban THM menjumpai  tersangka RR di kawasan Lamdom untuk mengambil mobil miliknya tersebut. Diketahui, mobil miliknya sudah tidak ada lagi dan sudah dipindahtangankan ke orang lain hingga tak diketahui keberadaannya.

"Unit Pidum yang dipimpin Ipda M Hadimas melakukan penyelidikan keberadaan kedua tersangka sesuai dengan laporan korban dan ditangkap di Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2020) kemarin," ungkapnya.

Kedua tersangka kini pun telah diamankan ke Mapolresta Banda Aceh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan kasus pemerasan serta penggelapan tersebut dibidik dengan Pasal 368 Jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun keatas. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...