GeRAK : Manajemen RSUD CND Meulaboh Gagal Berikan Pelayanan Terbaik

Kordinator GeRAK Aceh Barat Edy Syahputra

Meulaboh, Acehportal.com - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syahputra menyesalkan atas kejadian terhadap pasien Cut Vivi Ridha Utami (29), warga Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang sempat melahirkan di kamar mandi tempat bersalin pada Rabu malam (15/1/2020) di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh.

Seperti yang diberitakan oleh media, yang menyebutkan bahwa pasien bernama Cut Vivi itu terpaksa melahirkan dikamar mandi ruang bersalin, diduga terjadi karena tidak segera mendapat tindakan medis atau penanganan lebih lanjut dari paramedis yang bertugas di ruangan tersebut.

Dari keterangan keluarga korban, Nurhabibi (52), keponakannya itu memang sudah mengerang kesakitan dan terlihat sudah ada tanda-tanda melahirkan. Namun, saat diberitahukan kepada bidan, sang paramedis justru menyampaikan jika pasien sudah diperiksa sekira dua jam sebelumnya.

"Hal Ini miris dan patut kita sesalkan kejadian seperti ini. Kejadian ini benar-benar sangat kami sesalkan dan kami melihat bahwa ada bentuk standar pelayanan yang telah dikangkangi dan abai oleh petugas medis atau paramedis yang bertugas pada kejadian tersebut,"Kata Edy Melalui rilis yang diterima oleh Acehportal.

Dikatakannya, menurut pengakuan Sudirman, suami dari Vivi menjelaskan, kekecewaannya atas pelayanan rumah sakit pemerintah itu, lantaran merasa diabaikan oleh petugas ruangan saat mereka menyampaikan keluhan. Maka kami melihat bahwa hal ini sebuah kewajaran, dimana setiap pasien yang masuk dan butuh pertolongan atau penanganan medis, terlebih pasien ibu hamil, sangat diharapkan pelayanan yang maksimal sebagaimana telah ditetapkan dalam berbagai aturan.

Selebihnya, Hal ini sebagaimana tertuang dalam berbagai aturan menyangkut dengan pelayanan kesehatan bagi warga negara. Seperti keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 129/Menkes/Sk/Ii/2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

Dalam aturan tersebut, tertulis bahwa kesehatan merupakan salah satu bidang pemerintah yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten atau Kota, berarti bahwa pemerintah Kabupaten bertanggung jawab sepenuhnya dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajad kesehatan masayarakat diwilayahnya,"ujarnya

Dalam paragraf lainnya juga disebutkan bahwa Rumah Sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada mayarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Rumah Sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,"tambahnya

Kami mendorong agar manajemen atau manajerial rumah sakit yang kita cintai dan banggakan ini untuk segera berbenah dan benar-benar melakukan evaluasi secara menyeluruh dan cermat, agar kejadian ini tidak kembali berulang dan mengakibatkan pasien menjadi korban.

Kami juga berharap, pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kepimpinan manajemen rumah sakit sekarang. Sudah banyak kejadian, paska meninggalnya pasien suntik mati pada tahun 2018 silam, sekarang pasien ibu hamil yang mengalami, Ungkap Edy.

Selain itu pihak GeRAK melalui Kondinatornya Edy Syahputra meminta kepada Ombudsman untuk menyelidiki peristiwa tersebut, Ombudsman bertugas Menerima laporan atas dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan tentunya sesuai dengan tugas yang melekat pada Ombudsman.

"Maka kami meminta segera untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh atas kejadian pasien melahirkan di kamar mandi. Tentunya kemudian menindak lanjuti laporan yang tercakup dalam ruang lingkup kewenangan ombudsman, yaitu melakukan investigasi terhadap dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik dan diumumkan secara terbuka kepada publik," demikian Kata Kordinator GeRAK Edy Syahputra.

Penulis:Dani
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...