Menyamar Sebagai Pembeli, Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Banda Aceh

Banda Aceh, Acehportal.com- Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh kembali menangkap pengedar sabu di Banda Aceh, Selasa (14/1/2020). Kali ini, penangkapan dilakukan di kawasan Jalan T Panglima Polem, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam.

Dalam penangkapan kali yang dilakukan sore tadi sekitar pukul 15.30 Wib tersebut, polisi menyita barang bukti berupa dua paket besar sabu seberat 50,66 gram dari ketiga pelaku.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, Kompol Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial ARD (27), warga Banda Aceh serta AS (24) dan AZ (48), warga Pidie.

"Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya seorang pengedar, personel kita menyamar sebagai pembeli lalu memesan barang kepada pelaku," ujarnya saat dikonfirmasi.

Polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli (Undercover Buy) dan melakukan kontak langsung dengan tersangka AS dengan kesepakatan transaksi dua ons sabu senilai Rp 140 juta.

"Selama ini, diketahui para tersangka berpindah-pindah tempat selama empat hari dan hari ini tersangka dapat diringkus oleh petugas yaitu ARD dan AZ," katanya.

Saat akan melakukan transaksi, petugas meminta tersangka AS agar memperlihatkan sabu yang dibawanya. Namun, tersangka AS meminta kepada petugas yang menyamar untuk memperlihatkan uang yang dijanjikan saat akan melalukan transaksi.

"Setelah memperlihatkan uang yang dibawa, tersangka AS memperlihatkan sabu kepada petugas. Beberapa saat kemudian, tersangka langsung ditangkap petugas lainnya yang sudah standby di sekitar lokasi dengan menyita barang bukti sebanyak 50,66 gram yang dibungkus dalam dua bungkusan," jelasnya.

"Sabu itu tidak sesuai dengan pesanan yang mana petugas sebelumnya memesan sabu sebanyak 2 ons, tersangka AS menjelaskan ia menerima sabu sebanyak setengah ons yang akan dijualnya senilai Rp 53 juta," kata Boby lagi.

Setelah dilakukan interogasi, tersangka AS mengaku sabu itu diterima melalui perantara ARD dari PI yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO.

"AS mendapatkan sabu tersebut dari PI di sebuah masjid di Lampulo, Banda Aceh. Keterkaitan antara AS dengan ARD dan AZ, mereka bersama-sama ikut serta melihat penyerahan sabu tersebut oleh PI kepada AS sebanyak 50,66 gram," ungkapnya.

Tujuan ketiga tersangka adalah ntuk mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan sabu ini yang akan dibagi rata. Saat ini, ketiga tersangka diamankan ke Polresta Banda Aceh guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

"Para tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara," tambahnya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...