Penggiringan Gajah Sumatera Liar Terus Dilakukan di Mila Pidie

Pemasangan GPS collar pada gajah di Aceh oleh BKSDA

Sigli, Acehportal.com- Hingga hari ini, tim gabungan BKSDA Aceh, CRU Aceh dan mitra FFI masih melakukan penggiringan terhadap kawanan gajah Sumatera liar yang ada di kawasan Kecamatan Mila, Pidie.

Alhasil, diketahui keberadaan kawanan gajah liar tersebut sudah berpindah dan tidak dekat lagi dengan pemukiman warga. Hal ini dikatakan Kasi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe, Kamarudzaman, Minggu (12/1/2020).

"Penggiringan terus dilakukan hingga gajah-gajah tersebut kembali ke habitatnya, hingga hari ini terus digiring," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Penanggulangan konflik antara satwa bernama latin Elephas maximus ssp. Sumatranus tersebut dengan manusia dilakukan sejak kemarin. Dimana, tim mengerahkan gajah jinak untuk menggiring kawanan gajah liar.

"Penggiringan dilakukan dengan mengerahkan tiga ekor gajah jinak dari sejumlah CRU di Aceh, rencananya Insya Allah dimulai besok pagi, saat ini kita masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak di Pidie," kata Kamarudzaman kemarin.

Ia menjelaskan, tiga ekor gajah jinak yang dikerahkan saat ini telah berada di CRU Mila, Pidie. Ketiga gajah jinak itu bernama gajah Rahmat, Arjuna dan Midok yang didatangkan dari CRU DAS Peusangan, Bener Meriah dan Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar.

"Ini merupakan salah satu penanggulangan lanjutan terhadap konflik gajah dengan manusia yang sering terjadi di Kecamatan Mila, Pidie dari tahun 2019 kemarin hingga sekarang," katanya.

Diketahui, beberapa kelompok gajah liar yang berada di Kecamatan Mila ini telah meresahkan masyarakat setempat serta petugas CRU Mila, dengan kemunculannya yang sering menyerang gajah jinak di CRU Mila.

"Tahun 2019 kemarin pernah kawanan gajah ini pernah digiring secara manual menggunakan mercon dan meriam karbit, tetapi tidak membuahkan hasil yang optimal serta membahayakan tim petugas yang sedang melakukan penggiringan," ungkapnya.

Dari informasi yang diterima, kawanan gajah liar yang sedang berkonflik dengan manusia di Kecamatan Mila, Pidie ini jumlahnya mencapai 40 ekor, baik gajah jantan maupun gajah betina.

Secara taksonomi, Gajah Sumatera termasuk kelompok Mammalia dengan Famili Elephantidae. Berdasarkan IUCN, jenis satwa ini berstatus Kritis/critically endangered dan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

"Habitat dari satwa liar Gajah Sumatera ini yaitu pada hutan dataran rendah," tambah Kamarudzaman. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...