Diduga Beraksi Sejak 2017, Polsek Darul Imarah Tangkap 5 Tersangka Kasus Pencurian

Banda Aceh, Acehportal.com - Polsek Darul Imarah mengungkap kasus pencurian yang terjadi di sejumlah wilayah dalam kecamatan tersebut. Hal ini diketahui setelah pihaknya menggelar konferensi pers di Mapolsek Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (7/1/2020) sore.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan lima orang tersangka yang terdiri dari empat orang pelaku pencurian serta seorang penadah hasil curian tersebut. Bahkan, kuat dugaan para pelaku beraksi sejak tahun 2017 lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Darul Imarah, Iptu Suriya didampingi Kasubbag Humas, Ipda Zulfikar mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan sejak menerima laporan dari masyarakat.

"Kasus ini dilaporkan korban Desember 2019 kemarin, ada sekitar 7 laporan yang sudah masuk, dilakukan penyelidikan dan akhirnya para pelaku beserta penadah kita tangkap," ujar Kapolsek saat konferensi pers.

Dirinya menjelaskan, pelaku yang awalnya ditangkap yakni NS alias Sini (29), warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Tersangka MN ditangkap di sebuah warung kopi yang ada di wilayah tersebut.

"Tersangka MN ini diketahui terakhir beraksi di rumah seorang anggota Polri yakni Saiful Anwar (27), warga Gampong Gue Gajah," kata mantan Kapolsek Sukamakmur Polres Aceh Besar ini.

Setelah melakukan pengembangan, tim Unit Reskrim Polsek Darul Imarah menangkap penadah berinisial BS (40), warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Selain itu, juga diamankan tiga pelaku pencurian lainnya yakni MN alias Sing (37), MZ (37) serta AZ (41) yang juga merupakan warga Aceh Besar.

"Ada banyak barang bukti yang kita amankan, seluruh barang bukti kita temukan di sebuah kandang ayam yang selama ini memang dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang curian itu," katanya.

Dalam beraksi, para pelaku biasa selalu memantau keadaan tempat yang telah ditargetkan untuk mencuri. Pemantauan ini, lanjut Kapolsek, dilakukan para pelaku dengan berpura-pura menyetrum ikan atau sekedar jalan-jalan.

"Mereka bekerja sendiri atau berdua, tetapi diberikan ke satu penadah. Untuk tersangka NS merupakan residivis pencurian ban mobil tahun 2009 lalu di Darul Imarah, saat ini tersangka masih diamankan bersama barang bukti dan masih diproses lanjut," tambahnya.

Untuk diketahui, barang bukti yang diamankan dalam kasus ini berupa sejumlah mesin pompa air, mesin potong rumput, belasan handphone, laptop, sepeda, mesin potong kayu, mesin gerinda dan masih banyak mesin serta barang lainnya.

"Para pelaku dijerat Pasal 363 dan Pasal 380 untuk penadah, dimana mereka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 7 hingga 9 tahun penjara," tutup Iptu Suriya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...