Anggota DPR Aceh dari Dapil IX dan Dapil X Temui Kakanwil Kemenag Aceh

Anggota DPR Aceh dari Dapil IX dan Dapil X Temui Kanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM  -  Anggota DPR Aceh dari Dapil IX dan Dapil X, Fuadri, S.Si, M.Si (F. PAN), Ir. H. Azhar Abdurahman (F.PA), Irpannusir, S.Ag (F. PAN), Tarmizi, SP (F.PA) dan Tgk. H. Attarmizi Hamid (F.PPP), melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs. H. Daud Pakeh, Selasa (7/1/2020).

Dalam pertemuan tersebut ikut membahas tentang daftar tungggu jamaah haji Aceh yang mencapai tahun 2027. Berdasarkan data yang ada hingga akhir 2019 terdapat sebanyak 115.361 orang jamaah haji Aceh yang harus menunggu giliran berangkat menunaikan ibadah haji.

Embarkasi Haji Banda Aceh memiliki kemampuan memberangkat setiap tahun pada musim haji sekitar 4.272 orang pertahun, sehingga waktu giliran keberangkatan jamaah haji yang dibutuhkan mencapai 27 tahun.

Anggota DPR Aceh menyampaikan bahwa dana setoran haji yang terparkir di Kementerian Keuangan R.I sejumlah Rp. 2.884.025.000 atau 2.8 Triliun milik warga Aceh, namun oleh Pemerintah Pusat dengan kebijakan Kementrian Keuangan dan Kementrian Agama telah mengatur penggunaan uang tersebut untuk Pembangunan Infrastruktur dengan skema Pinjaman yang di sebut dengan Sukuk Bunga Syariah Nasional ( lSBSN), dari dana yang di kelola Kementerian Keuangan ini sudah banyak digunakan oleh lingkungan Kementrian Agama.

Seperti membangun Sarana Fasilitas IAIN dan UIN di Aceh dengan sifat pinjaman, bahkan Kementrian PUPR juga sudah menggunakan dana tersebut untuk membangun beberapa ruas Jalan Tol skala Nasional, oleh karena itu kami dari beberapa Anggota DPR Aceh berasal wilayah Barat Selatan Aceh mengharapkan agar juga digunakan untuk pembangunan Terowongan Geuruthe (Geuruthe Thunnel).

Gagasan ini sudah lama di gulirkan oleh Plt. Gubernur Aceh Saudara Ir. H. Nova Iriansyah, MT sejak tahun 2010 pada masa beliau menjadi Anggota DPR RI, selanjutnya gayung bersambut pada periode pemerintah Gubernur dr. H. Zaini Abdullah dan Wakil nya H. Muzakir Manaf dengan melakukan proses Study Kelayakan (FS) dan di lanjutkan dengan DED.

Beberapa Pimpinan Aceh, telah mempunyai proyek Monumental yang dapat kita kenang dan untuk selamanya, seperti Pembangunan Krueng Aceh Hasil perjuangan Gubernur Majid Ibrahim, dan Jalan Banda Aceh Meulaboh dan Tapak Tuan oleh Gubernur Ibrahim Hasan, Pembangunan Jembatan Penyeberangan Simpang Surabaya, Underpas Beurawe dan Lamnyong dan Lanskape dan payung Elektrik pada Mesjid Raya Baiturrahman oleh Gubernur Zaini Abdullah.

Oleh karena itu mari kita dorong semangat Plt. Gubernur Saudara Ir. H. Nova Iriansyah, MT menjadikan pada sisa masa tugasnya untuk membangun proyek Monumental agar dapat di kenang selamanya, kami dari Masyarakat Barat Selatan Aceh menawarkan pembangunan Jalan Trase-Gunung Kulu, Gunung Paro dan Gunung Geuruthe dengan mengoptimalkan Perbaikan Geometrik jalan Eksisting dgn peleberan jalan sesuai kebutuhan jangka panjang. pada Kesempatan ini jika kita bersama2 antara komponen Eksekutif dan legislatif sinergis membangun Aceh, akan mempercepat mengantarkan kesejahteraan dan kemajuan Aceh. Maka solusi yang kami tawarkan gunakan Uang Syariah milik Umat Islam Aceh yang parkir di Kementrian Keuangan untuk membangun Ruas Barat Selatan Aceh. (*)

Penulis:Rol
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...