Dit Resnarkoba Polda Aceh Cor Belasan Kilogram Sabu Tangkapan di Aceh Tamiang

Subdit I Dit Resnarkoba Polda Aceh memusnahkan belasan kilogram sabu yang merupakan hasil tangkapan di Aceh Tamiang

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Personel Subdit I Dit Resnarkoba Polda Aceh memusnahkan belasan kilogram sabu yang merupakan hasil tangkapan di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Pemusnahan ini dilakukan di Mapolda Aceh, Senin (6/1/2020) siang.

Pemusnahan dilakukan dengan mengaduk belasan kilogram barang haram golongan satu tersebut menggunakan campuran semen (dicor) yang kemudian dikuburkan ke lubang sedalam satu meter yang sebelumnya telah disiapkan.

For acehportal

Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat melalui Kasubdit I, AKBP Erwan yang memimpin langsung pemusnahan ini mengatakan, selain dihadiri oleh sejumlah unsur terkait, pemusnahan juga disaksikan langsung oleh tersangka yakni AM selaku pemilik sabu.

"Tersangka selaku pemilik barang ini hadir dan menyaksikan langsung pemusnahan bersama istrinya yakni SR," ujar Erwan saat ditemui acehportal di Banda Aceh.

Dalam kasus yang diungkap tersebut, pihaknya mengamankan 15 bungkus besar sabu seberat 14.371,64 gram (14, 3 kilogram lebih). Namun, hanya 14.252,26 gram (14,2 kilogram lebih) sabu yang dimusnahkan dalam kegiatan siang tadi.

"Sementara sisanya sebesar 119,38 gram sabu disisihkan untuk barang bukti di persidangan nanti, setelah pemusnahan ini berkas perkara akan kita limpahkan ke jaksa dalam hal ini Kejati Aceh dan Kejari Aceh Tamiang," jelasnya.

For acehportal

Selain pihak internal Polda Aceh, pemusnahan juga dihadiri oleh pihak Kejati Aceh yang diwakili oleh Ibsaini dan BPOM Banda Aceh yang diwakili oleh Arief Prasetyo Wibowo serta sejumlah pihak lainnya.

Untuk diketahui, pengungkapan kasus sabu dalam jumlah besar ini dilakukan personel Subdit I Dit Resnarkoba Polda Aceh pada akhir tahun kemarin, tepatnya pada 12 Oktober 2019.

Dimana, awalnya petugas mengamankan istri tersangka AM yakni SR di rumahnya yang berada di Gampong Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang setelah menerima informasi masyarakat tentang adanya peredaran gelap sabu.

"Setelah AM tertangkap, diketahui bahwa istrinya SR tidal terlibat dalam kasus ini sehingga kita serahkan kembali ke pihak keluarga dan statusnya ditetapkan sebagai saksi," ungkap Kasubdit.

Dijelaskan, tersangka AM sendiri ditangkap petugas pada 6 November 2019 lalu setelah sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas kasus kepemilikan belasan kilogram sabu tersebut.

"Yang bersangkutan selaku pemilik barang kita tangkap di Lhoksumawe setelah sempat buron, kasus ini masih dikembangkan namun tersangka AM tetap diproses lanjut," kata AKBP Erwan.

"Tersangka AM dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun keatas," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...