Tuntutan Warga Nagan Raya Terpenuhi, Sejumlah Truk Pengangkutan Tiang Pancang Mulai Lakukan Pembongkaran

Meulaboh, Acehportal.com- Paska penghadangan terhadap sejumlah truk trado pengangkut tiang pancang untuk pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya, yang dilakukan oleh massa di Desa Suak Putung, Kecamatan Kuala Pesisir, kini mulai dilakukan pembokaran material tersebut.

Material untuk pembangunan PLTU 3-4 yang mulai diijinkan tersebut setelah pihak perusahaan bersangkutan bersedia memenuhi tuntutan warga, yaitu membayar kompensasi untuk desa setempat.

Tuntutan warga tersebut telah dipenuhi oleh pihak perusahaan PT Prolog Bumi Indonesia, yang bertanggungjawab dibidang pengangkutan tiang pancang untuk pembangunan PLTU Nagan Raya, bersama warga Desa Suak Puntong, yang berlangsung di kantor kechiek setempat pada Minggu (5/1/2019)

Pemuda Desa Suak Puntong Muhammadi usai rapat digelar kepada wartawan menjelaskan, masalah tuntutan kompensasi untuk desa, pihak perusahaan tersebut telah memenuhinya, terkait dengan tuntutan pekerjaan lainnya pihak perusahaan PT Prolog Bumi Indonesia meminta waktu satu Minggu untuk berkoodinasi dulu dengan pihak Perusahaan PT IOT.

"Mobil pengangkutan tiang pancang yang sempat terjadi penyetopan pihak kita sudah mengiizinkan untuk bongkar, namun tuntutan lainnya, Sebelum pihak perusahaan PT IOT menandatangani surat perjanjian atau tidak dipenuhi tuntutan untuk pekerjaan bongkar muat di pelabuhan Nagan Raya terpaksa kami akan melakukan penyetopan truk itu kembali ,"sebutnya.

Selain itu, Muhammadi mengaku terkait dengan pekerjaan bongkar muat (PBM) itu dilakukan oleh PT Tuah Akfi Utama, namun yang menjadi tuntutan mereka hari ini yakni kepada PT IOT terkait dengan pekerjaan bongkar muat di PLTU Nagan Raya, kalau biaya kompensasi untuk desa sudah dipenuhi oleh PT Prolog Bumi Indonesia," tambahnya.

"Sebelum kesepakatan ini hari berlangsung, yang bertanggungjawab sepenuhnya dibidang pengangkutan dan bongkar muat tiang pancang untuk pembangunan PLTU Nagan Raya yaitu pihak PT IOT kalau Pekerjaan Bongkar Muat (PBM) yang kami ketahui di calang di pegang oleh Perusahaan PT Tuah Akfi Utama,"kata Muhammadi.

"Hari ini tuntutan kami kepada pihak Perusahaan PT IOT, melainkan bukan dengan perusahaan lain," tegasnya kembali.

Warga berharap terkait dengan tuntutan pekerjaan dibidang bongkar muat tersebut kepada perusahaan terkait, pihak perusahaan bersangkutan membuat sebuah pertimbangan atau beri peluang bagi warga setempat untuk memberikan sebuah pekerjaan

"Jangan dampak aja yang kami rasakan tapi libatkan warga setempat dalam sebuah pekerjaan," demikian kata Muhammadi. ()

Penulis:Dani
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...