Warga Suak Puntong Hadang Truk Pengangkut Tiang Pancang

PT IOT Diduga Ingkar Janji dan Abaikan Mediasi Dengan Warga Suak Puntong

Meulaboh, Acehportal.com- Puluhan mobil Trado pengangkut tiang pancang untuk kebutuhan pembangunan PLTU 3- 4 Nagan Raya, dihadang oleh warga Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Sabtu (4/1/2020).

Penghadangan itu dilakukan warga diduga pihak PT IOT tidak membayar distribusi untuk desa setempat, membuat warga melarang kegiatan mobil truk untuk membongkar tiang pancang, hingga perusahaan tersebut memenuhi tuntutan warga setempat.

Terlihat sejumlah mobil pengangkutan tiang pancang sempat antrian panjang di lokasi, tepatnya depan gerbang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya,

Warga setempat Muhammadi kepada wartawan Sabtu (4/1/2020) mengatakan, mereka menuntut pihak perusahaan untuk biaya pembinaan atau kompensasi untuk desa, sebagaimana perusahaan yang telah bekerja, dan perusahaan pengangkutan tiang pancang diharapkan sedemikian rupa, jangan hanya janji yang diberikan.

"Pihak perusahaan pengangkutan material tiang pancang PLTU 3-4 Nagan Raya sebelumnya berjanji akan memberikan kontribusi untuk Desa Kami, namun, sampai kini belum direalisasikan, selebihnya secara diplomasi sudah pernah kami lakukan untuk duduk bersama agar masalah ini cepat selesai, namun pihak mereka hari ini tidak hadir setelah kita panggil," ujarnya.

Dikatakannya, pada saat di panggil untuk ditanyakan mengenai perjanjian itu, namun, pihak perusahaan tersebut tidak hadir ke kantor Kechiek setempat untuk duduk Pakat bersama, dan kami pun sangat mendukung perusahaan tersebut selagi perusahaan itu bisa menguntungkan bagi masyarakat setempat," tambah Madi.

Hasil Pantauan Acehportal dilokasi, pihak perusahaan material pengangkutan tiang pancang tidak hadir pada saat rapat duduk Pakat bersama kechiek setempat, dan juga dihadiri Kapolsek Suak Puntong, Intel Kodim Nagan Raya, Serta sejumlah anggota yang tergabung dalam Forum Tiga Wilayah (Fortil) juga hadir untuk memberikan kejelasan terkait persoalan tersebut.

Dalam rapat tersebut salah seorang anggota Fortil Safrizal Menilai, pihak perusahaan PT IOT tidak bertanggungjawab terhadap tuntutan warga desa Suak Puntong, sekaligus mereka juga telah mengabaikan kesepakatan bersama yang dibantu dimediasi oleh aparat setempat.

"Kita juga hadir dalam rapat ini berdasarkan informasi pihak perusahaan pengangkutan tiang pancang bahwa persoalan ini mengatasnamakan Fortil yang seharusnya bertanggungjawab, namun, sesuai perjanjian sebelumnya dengan pihak Perusahaan PT IOT di poin kedua dalam surat perjanjian itu menyebutkan.

"Menyangkut pekerjaan transportasi serta bongkar tiang pancang ke PLTU 3-4 Nagan Raya, PT Prolog Bumi Indonesia Raya yang bertanggungjawab sepenuhnya namun PT Tuah Alfi Utama Pimpinan Akrim hanya ikut membantu saja," demikian kata Safrizal. ()

Penulis:Dani
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...