GeRAK, Pemutusan THL Harus Tepat Sasaran Jangan THL Di Pertahankan Tapi Tidak Memiliki STR

Koordinator GeRAK Aceh Barat Edy Syahputra

Meulaboh, Acehportal.com- Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat melalui koordinatornya Edy Syahputra mendukung kebijakan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat terkait kebijakan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan tenaga harian lepas (THL) pada 31 Desember 2019 lalu.

Pemutusan tersebut patut dilakukan Namun, kata Edy, yang paling harus diingat dan digarisbawahi oleh pihak manajemen RSUD Cut Nyak Dhien. Pemutusan ini harus dilakukan secara benar-benar profesionalisme dan tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga, ketika pemutusan terhadap ratusan THL tersebut justru akan menimbulkan polemik baru ditengah-tengah masyarakat.

Ada beberapa point yang patut dan harus dikaji dalam pemutusan THL tersebut. Pertama, harus melihat apakah mereka yang diputuskan ini benar-benar tidak profesional dalam bekerja sebagaimana disebutkan oleh pihak rumah sakit dalam media massa,

Dikatakannya, ada THL yang tidak disiplin walaupun THL tersebut memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sehingga juga harus diistirahatkan. Artinya, keputusan ini adalah keputusan mutlak manajemen RSUD Cut Nyak Dhien yang tidak boleh di intervensi oleh pihak manapun.

Selain itu, lanjutnya, dalam segi profesionalisme bekerja. Ini juga menjadi bagian terpenting bagi THL yang masih dipertahankan oleh manajemen rumah sakit. Artinya, jangan sampai pihak THL yang dipertahankan oleh manajemen, justru tidak mempunyai STR sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan,"sebutnya.

Dalam Permenkes 28/2017 dan STRB adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah kepada Bidan yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Artinya, yang mau saya tegaskan dalam hal ini menyangkut dengan STR.

"Kita tidak ingin kejadian yang terjadi pada Oktober 2018 silam justru kembali berulang disebabkan oleh perawat yang diduga menyuntikkan jarum tersebut disebut tidak memiliki STR.

Kejadian pada Oktober 2018 silam adalah dugaan malapraktik berujung kematian pasien di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Terlebih soal siapa sebenarnya yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut," demikian kata Edy kepada Acehportal melalui rilisnya. ()

Penulis:Dani/As
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...