Kodim Aceh Tamiang Temukan Puluhan Kilogram Narkoba di Kebun Sawit

Pihak Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama BNNP Aceh perlihatkan temuan narkoba.

Kuala Simpang, Acehportal.com- Pihak Kodim 0117/Aceh Tamiang menemukan puluhan kilogram narkoba dalam sebuah tas. Narkoba ini ditemukan salah seorang Babinsa dari Koramil Bendahara yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan di gampong yang kemudian menemukan tiga buah tas mencurigakan di perkebunan sawit.

Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Inf Deki Rayusyah Putra mengatakan, petugas pun melihat ada dua orang yang diduga sebagai pemilik tas di lokasi tersebut. Kemudian, keduanya pun melarikan diri setelah melihat Babinsa di lokasi tersebut.

"Setelah itu, Babinsa melihat tas yang mencurigakan itu, Babinsa menelpon Datuk atau Keuchik setempat, selanjtunya bersama tokoh masyarakat mendatangi lokasi untuk memastikan tiga tas tersebut," ujarnya didampingi Plt Kepala BNNP Aceh, Amanto saat menyerahkan barang bukti ke BNNP Aceh, Jumat (3/1/2020).

Dandim menjelaskan, saat tas tersebut dibuka, diketahui tas mencurigakan tersebut berisi 19 bungkus sabu, empat bungkus obat yang diduga pil ekstasi sekitar 20 ribu butir serta 20 ribu butir obat lain jenis Happy Five. Temuan ini pun dilaporkan ke Danramil setempat serta diteruskan ke Kodim Aceh Tamiang.

"Kita perintahkan untuk menyerahkan barang bukti ini kepada BNNP Aceh, kejadiannya Kamis (2/1/2020) siang kemarin sekira pukul 12.30 WIB. Kemungkinan, pelaku menunggu jemputan yang akan dikirim ke Sumatra Utara, karena sebelumnya ada dua orang yang mencurigakan saat Babinsa merapat ke lokasi penemuan," jelasnya.

Letkol Inf Deki juga mengatakan, selain narkoba, petugas menemukan nomor handphone di dalam tas tersebut. Saat dikonfirmasi dan dihubungi, diketahui si pemilik nomor handphone memiliki logat berbicara Tionghoa dan berada di Mega Mas, Sumatera Utara.

"Penemuan barang bukti berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya, kemungkinan indikasinya adalah tas tersebut menunggu jemputan yang akan dikirim ke Sumatra Utara," katanya.

Dandim mengakui, memang mayoritas di Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Bendahara dan Seruway serta daerah pesisir, banyak pelabuhan-pelabuhan kecil yang memang sering masuk kapal-kapal, baik itu kapal nelayan maupun kapal lain yang dari negara luar.

"Sampai saat ini, Keuchik di gampong tersebut menyebutkan, ciri-ciri orang yang dilihat Babinsa bukan orang dari sekitar kampung. Pelaku kabur menggunakan kendaraan bermotor, daerah itu memang kawasan sawit sehingga Babinsa berpikir kalau mereka sedang mencuri sawit," tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala BNNP Aceh, Amanto mengatakan, pihaknya akan melanjutkan penetapan barang bukti ke kejaksaan dalam kasus ini. Hal ini dikarenakan dalam kasus ini, hanya ditemukan batang bukti tanpa tersangka.

"Dalam waktu 7 hari setelah kita terima, nanti akan kita musnahkan dengan mobil incenerator pemusnah narkoba dan nanti akan kita undang juga Dandim dan juga dihadiri saksi-saksi dari Balai BPOM dan Dinas Kesehatan," kata pria yang juga masih menjabat sebagai Kabid Berantas BNNP Aceh ini.

Temuan narkoba awal tahun ini, menurutnya dapat menghancurkan generasi bangsa. Namun karena kesigapan pihak Kodim 0117/Aceh Tamiang, ribuan orang dapat diselamatkan.

"Ini merupakan bentuk sinegritas sesama kita, karena penanganan narkotika ini tidak bisa kita lakukan hanya sendiri, harus kita bersama sinergi sehingga tujuan kita menyelamatkan generasi muda bisa tercapai," ucap Amanto.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya mencari pemilik tas tersebut dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut melalui nomor handphone yang ditemukan dalam tas.

"Kita akan telusuri, siapa kira-kira pemiliknya. Kami tetap akan kembangkan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," tutupnya.

Saat ini, puluhan kilogram narkoba tersebut telah diserahkan dan diamankan pihak BNNP Aceh. Dalam kesempatan itu, juga turut hadir Pasintel Kodam setempat, Kapten Inf Nunu Rukmana.()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...